Sabtu, 6 Juni 2026

Heboh Utas Fetish Kaki Berkaus Kaki, Begini Tanggapan Psikolog

Dalam utasnya, pengunggah menceritakan adanya seorang laki-laki yang berulang kali memaksa ia mengirimkan foto kakinya mengenakan kaus kaki.

Tayang:
Editor: Amirullah
TWITTER/@deaels
Media sosial tanah air hari ini, Senin (31/8/2020) digemparkan dengan sebuah pengungkapan korban fetish. Kasus ini muncul setelah pengguna Twitter @deaels mengungkapkan bahwa ia korban fetish kaus kaki. 

Ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, D membenarkan kisah yang sempat ia bagikan di Twitternya tersebut benar-benar ia alami secara langsung.

D menyebutkan, kejadian tersebut terjadi di Yogyakarta.

()Viral utas 'fetish kaki berkaus kaki'. Seorang wanita mengaku dipaksa pelaku mengirim foto kaki berkaus kaki hingga kaus kaki bekas yang belum dicuci. (Dokumen Pribadi)

Ia pun mengaku sempat mengirimkan foto mengenakan kaus kaki dan sepatu basket pada pelaku.

Namun, sang pelaku meminta D melepas sepatunya tersebut dan mengirimnya kembali.

Hal itupun mulai menimbulkan kecurigaan dalam benak D.

"Dia mintanya tanpa sepatu. Saya nggak mau, udah ada kecurigaan, dan pas saya nanya buat apa jawabnya buat koleksi doang," beber D pada Tribunnews.com, Selasa (1/9/2020).

Tanggapan Psikolog

Psikolog Klinis dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, Citra Hanwaring Puri SPsi Psikolog, mengaku telah mengetahui cerita yang dibagikan dalam utas 'Fetish Kaki Berkaus Kaki' yang viral tersebut.

Citra membenarkan, pelaku dalam kasus ini diduga mengalami fetish disorder.

Namun, Citra menjelaskan, seseorang beru dapat dipastikan mengalami fetish disorder apabila orang tersebut telah berulang kali berfantasi seksual dengan benda-benda mati selama minimal 6 bulan.

"Iya, diduga fetish, tapi saya tidak tahu ya ini sudah berlangsung berapa lama dan sudah berapa banyak yang dipaksa atau diminta kirimkan itu."

"Kalau fetish disorder atau kelainan ini pastinya berlangsung minimal 6 bulan dan itu dia sering melakukannya atau bahkan memaksa mengirimkan objek (seksual) pelaku," jelas Citra pada Tribunnews.com, Selasa siang.

()Psikolog Klinis dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, Citra Hanwaring Puri SPsi Psikolog.

Menurut Citra, kejadian ini sama halnya dengan kasus fetish kain jarik yang sempat viral beberapa waktu lalu.

"Jadi memang fetish ini kelainan dimana seseorang itu memiliki fantasi atau dorongan seksual terhadap benda mati atau non genital," ungkapnya.

Citra menyebutkan, orang yang mengalami fetish biasanya akan merasa terangsang secara seksual ketika melihat benda-benda mati seperti pakaian dalam, sepatu hak tinggi, kain berenda, hingga kaus kaki.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved