Kamis, 23 April 2026

Berita Bener Meriah

Keluarga Pasien Kecewa Layanan RSUD Muyang Kute, Minta Direktur Dicopot, Ini Penjelasan Sritabahhati

Manajemen RSUD Muyang Kute, Kabupaten Bener Meriah kembali mendapat sorotan publik. Berdasarkan video yang viral di media sosial facebook te

Penulis: Budi Fatria | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Puluhan warga Bener Meriah yang mengaku pihak keluarga dari Samsinar (55) mendatangi RSUD Munyang Kute, Kabupaten Bener Meriah, Minggu (30/8/2020). 

 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Manajemen RSUD Muyang Kute, Kabupaten Bener Meriah kembali mendapat sorotan publik.

Berdasarkan video yang viral di media sosial facebook terlihat keluarga pasien mengangkat jenazah ke dalam mobil pribadi untuk dibawa ke rumah duka, Minggu (30/82020).

Mulia Arimukti salah seorang keluarga almarhumah kepada Serambinews.com, Selasa (1/9/2020) menyampaikan, pihak rumah sakit menolak menyediakan ambulance untuk mengantarkan jenazah almarhumah ke rumah duka.

"Saat itu pihak rumah sakit menolak menyediakan mobil ambulans untuk mengantarkan almarhumah ke rumah duka. Alasan mereka karena almarhumah reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Kami pihak keluarga menolak percaya pada hasil tersebut,” ujar Mulia.

Menurut Mulia, pihak keluarga tidak percaya almarhumah terpapar Covid-19 karena almarhumah telah lama menderita penyakit batu ginjal.

Update Covid-19 di Subulussalam - Lagi, 4 Warga Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Presiden Prancis Temui Ikon Diva Lebanon, Bukan Perdana Menteri atau Politisi 

"Saat itu, karena reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test, pihak rumah sakit meminta keluarga untuk memakamkan almarhumah dengan protokoler Covid-19. Tentu saja keluarga menolak, tidak ada alasan bagi kami untuk percaya bahwa almarhumah terpapar Covid-19 sebab sejak lama aktivitas almarhumah tidak banyak karena penyakitnya yang ia derita,” ungkapnya.

Dengan kejadian itu, Mulia Arimukti meminta Bupati Bener Meriah untuk mengevaluasi dan mencopot Direktur Rumah Sakit Muyang Kute yang ia nilai tidak memberikan pelayanan yang layak bagi masyarakat.

"Kami ini masyarakat kecil, tidak paham soal SOP rumah sakit. Yang kami butuhkan adalah pelayanan maksimal bukan ala kadarnya. Jangan jadikan Covid-19 sebagai alasan untuk tidak melayani masyarakat,” jelasnya.

Dirut Muyang Kute : Bukan Tidak Sediakan Ambulans, Keluarga Pasien Menolak Dimakamkan Secara Prosedur Covid-19.

10 Anggota KKB Papua Pimpinan Purom Wenda Menyerahkan Diri, Empat Orang ternyata Masuk DPO

Pemerintah Aceh Sediakan Rumah Singgah bagi Warga Aceh Kurang Mampu di Jakarta

Terkait tudingan tersebut, Direktur RSUD Muyang Kute, dr Sritabahhati yang dikonfirmasi Serambinews.com melalui sambungan telepon, Selasa (1/9/2020) menyampaikan, kalau pasien itu sakit ginjal betul, tapi apa tidak mungkin pasien sakit ginjal tidak kena Covid-19?.

Pasien (almarhumah) kata Sritabahhati, saat masuk ke rumah sakit mengalami gejala Covid-19, seperti sesak, batuk dan mengeluh sakit tenggorokan selain itu juga yang menguatkan adalah berdasarkan rapid test hasilnya reaktif.

“Kita tidak bilang pasien itu Covid-19, tapi statusnya probable berdasarkan hasil rapid test, maka kita rawat di ruang Isolasi Covid-19,” ujarnya.

Disebutkan, pada hari pertama, pasien itu masuk sore hari, kemudian hari kedua pagi, kondisinya semakin memburuk, saat itu pihak rumah sakit merencanakan untuk merujuk pasien tersebut, karena keluarga banyak pertimbangan untuk tidak mau dirujuk, kondisi pasien juga semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved