Luar Negeri

Dianggap Boneka China, Amerika Serikat Enggan Bayar Utang ke WHO

AS akan menggunakan uang itu sebagai gantinya untuk membayar kontribusi ke sektor lainnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
AFP/ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Presiden AS, Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM – Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka tidak akan membayar lebih dari USD 60 juta (Rp 890 miliar) kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (2/9/2020).

AS akan menggunakan uang itu sebagai gantinya untuk membayar kontribusi ke sektor lainnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

Pengumuman itu datang sehari setelah Gedung Putih mengumumkan kalau AS tidak akan berpartisipasi dalam proyek yang dijalankan WHO, untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin Covid-19.

Melansir dari Al Jazeera, Kamis (3/9/2020), keputusan untuk menahan sekitar USD 62 juta (Rp 920 miliar) adalah bagian dari keputusan Trump untuk menarik diri dari organisasi tersebut.

Penarikan diri AS dari WHO karena penanganan virus Corona dan badan itu dituduh telah menjadi boneka China.

Meskipun Pemerintahan Trump tetap tegas menarik diri pada tahun 2021 datang, pejabat mengatakan bahwa AS akan terus berpartisipasi dalam pertemuan WHO tertentu.

Donald Trump Minta MSNBC Pecat Joy Reid, Sebar Kebencian Terhadap Muslim

Putra Presiden AS, Donald Trump Jr Khawatirkan Ayahnya Kalah Dalam Piplres November 2020

Donald Trump Kirim Menlu dan Jared Krushner ke Timur Tengah, Bujuk Tetangga UEA Ikuti Jejaknya

Selain itu, AS juga akan memberikan kontribusi satu kali untuk program tertentu selama masa AS akan meninggalkan badan itu.

Program-program tersebut antara lain proyek pemberantasan polio di Afghanistan dan Pakistan.

Kemudian bantuan kemanusiaan di Libya dan Suriah, serta upaya memerangi influenza.

Keputusan menghentikan pendanaan ke WHO, menyusul pengumuman Trump pada Juli 2020 bahwa ia menarik AS dari WHO secara efektif berlaku pada Juli 2021.

Trump juga menginstruksikan pemerintahannya untuk menghentikan pendanaan dan kerja sama dengan badan tersebut.

Pada saat pengumuman, AS telah membayar sekitar USD 52 juta ( Rp 771,5 miliar) dari iuran tahun 2020 sebesar USD 120 juta (Rp 1,78 Triliun).

Berdasarkan resolusi bersama yang dikeluarkan Kongres AS tahun 1948, Trump harus memberikan pemberitahuan satu tahun sebelumnya tentang penarikan AS dari WHO.

Ketua WHO Sebut Negara Jangan Pura-Pura Covid-19 Sudah Tidak Ada

WHO Rekom Anak di Atas 12 Tahun Wajib Pakai Masker, di Bawah 5 Tahun Tidak Boleh

Kakak Donald Trump Sebut Saudara Laki-lakinya Itu Tidak Stabil

Selama satu tahun itu, para pejabat mengatakan AS akan terus berpartisipasi dalam pertemuan teknis dan kebijakan WHO tertentu, yang memiliki pengaruh langsung pada kepentingan kesehatan, komersial dan keamanan nasional AS.

"Kami akan mempertimbangkannya berdasarkan kasus per kasus," kata Wakil Asisten Sekretaris Negara untuk Organisasi Internasional, Nerissa Cook.

Para pejabat dari Badan Pembangunan Internasional, Kemenlu, dan Kemenkes AS,  tidak mengatakan badan PBB mana yang akan mendapatkan USD 62 juta (Rp 920 miliar) itu.

“Apakah itu akan digunakan untuk membayar tunggakan AS ke dana umum badan dunia, itu tidak tahu,” kata para pejabat.

Para pejabat itu juga tidak menjelaskan, apakah atau bagaimana AS akan menangani puluhan juta dolar sebagai hutang yang harus dibayarkan kepada WHO.

Berdasarkan undang-undang AS, tunggakan itu harus dibayar sebelum AS secara sah menarik diri dari sebagian besar organisasi internasional. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Heboh Penggali Kubur Temukan Tumpukan Uang Koin Kuno Kerajaan Inggris di Aceh, Ini Faktanya

Ini Tulisan pada Koin Kuno yang Ditemukan Terbungkus Kain Putih dekat Pusara Pengawal Ulee Balang

Tak Kuat Layani Nafsu Suami yang Tinggi, Cara Istri Redam Libido Suami Malah Berujung Maut

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved