Update Corona di Subulussalam
Kasus Covid-19 di Subulussalam Bertambah 2 Orang
Terkini, diperoleh informasi adanya penambahan dua orang yang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab laboratorium Unsyiah, Banda Aceh.
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
“Protokol kesehatan berupa jaga jarak, pakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan adalah usaha, dan terakhir kita berdoa berpasrah diri kepada Allah karena doa tanpa usaha sama aja sia-sia,” pungkas mantan Sekretaris Dewan Kota Subulussalam tersebut.
Khainuddin berharap agar wabah Covid-19 segera berakhir di Kota Subulussalam dan Indonesia secara umum.
Sebelumnya, mantan Sekwan DPR Kota Subulussalam juga menyampaikan status Subulussalam saat ini.
Dia mengaku Subulussalam kini sudah menjadi zona kuning terkait kasus Covid-19 lantaran meningkatnya orang positif di kota tersebut.
Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Subulussalam, Khainuddin SKM, MAP dalam konferensi pers yang digelar, Selasa (1/9/2020) menyampaikan saat ini Subulussalam menjadi Zona Kuning.
Perubahan status Subulussalam dari zona hijau ke zona kuning akibat terjadinya lonjakan kasus orang positif Covid-19 di kota dengan semboyan Sada Kata tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19, jumlah positif Covid-19 di Subulussalam mencapai 15 orang. Dari jumlah ini dua orang telah meninggal dunia.
“Subulussalam sekarang menjadi zona kuning, karena terjadi peningkatan kasus Covid-19,” kata Khainuddin
Meski demikian, sementara waktu sebaran Covid-19 berada di seputaran Kecamatan Simpang Kiri dan Penanggalan.
Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam ini pun berharap agar sebaran positif tersebut tidak ke kecamatan lain.
Sebab jika hal itu terjadi bisa membuat Subulussalam menjadi zona orange atau bahkan merah.
Khainuddin mengaku jika Subulussalam menjadi zona merah berdampak terhadap sejumlah kebijakan seperti pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Nah, jika PSBB berlaku ada dampak lain mulai menghentikan sejumlah aktivitas seperti pendidikan hingga dunia usaha.
“Jadi, mari kita saling menjaga agar kasus positif Covid-19 ini segera berkurang agar tidak menjadikan Subulussalam zona merah,” ujar Khainuddin.
Sebelumnya diberitakan jika jumlah orang positif Covid-19 di wilayah Kota Subulussalam kembali bertambah.