Breaking News:

Berita Bisnis

Indonesia Harus Lakukan Ini untuk Lepas dari Jurang Resesi, Mulai Relaksasi hingga Restrukrisasi

Tujuannya supaya pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun 2020 ini tidak lagi negatif, tapi akan menunjukkan perbaikan.

TRIBUNNEWS.COM/ABDUL QODIR
Anggota Komisi XI DPR sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi 

Pemerintah pun dituntut mempercepat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

SERAMBINEWS.COM - Ancaman jurang resesi yang mengancam Indonesia menuntut pemerintah untuk bertindak cepat dan tepat.

Pemerintah pun dituntut mempercepat realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Tujuannya supaya pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun 2020 ini tidak lagi negatif, tapi akan menunjukkan perbaikan.

Anggota Komisi XI DPR sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi memberi sejumlah saran ke pemerintah agar terlepas dari jurang resesi.

Menurut Didi, agar Indonesia bisa terlepas dari resesi, maka relaksasi dan restrukturisasi perlu dilanjutkan di berbagai bidang, terutama terkait perbankan dan lembaga keuangan non-bank, disertai pengawasan yang bagus.

Tak Punya Uang, Indonesia Tunda Bayar Rp 6 Triliun Untuk Proyek Jet Tempur Bersama Korsel

Ini Dua Perusahaan Nasional yang Akan Berinvestasi di Aceh Utara

BPBD Disinfeksi 10 Pasar, Termasuk Pasar Kartini, Pasar Peunayong, & Pasar Lamdingin, Ini Tujuannya

“Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan dan mencegah rush. Sehingga, lembaga moneter dan fiskal, harus bersinergi dengan kementerian/lembaga lain,” jelas Didi, Minggu (6/9/2020).

Didi menjelaskan, untuk mempercepat program PEN, maka harus dilihat juga apa penyebab serapan anggaran yang rendah per kementerian/lembaga dan daerah. Sebab, bisa berbeda-beda penyebab dan solusinya.

“Beberapa program bisa saja tak berjalan karena pandemi Covid-19 memaksa adanya perencanaan baru. Misal, di sektor pariwisata yang sangat terdampak, pasti diperlukan banyak penyesuaian. Jika dipaksakan sekadar mengejar terserapnya anggaran, bisa mubazir,” ulasnya.

Maka, apabila program yang bisa tetap berjalan, perlu terus didorong agar penyerapannya bagus, karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Halaman
12
Editor: Saifullah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved