Breaking News

Berita Luar Negeri

Raja Salman Peringatkan Trump: Tak Ada Normalisasi Dengan Israel Tanpa Palestina

Dalam pembicaraan tersebut, Raja Salman secara tegas mengatakan kepada Trump bahwa tak ada normalisasi antara Arab Saudi dan Israel tanpa Palestina.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
AFP/Bandar AL-JALOUD
Gambar yang diberikan oleh Istana Kerajaan Saudi pada 19 Maret 2020 di Ibu Kota Riyadh menunjukkan Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz, jelang memimpin pertemuan G-7 untuk berkoordinasi menghadapi pandemi COVID-19" 

SERAMBINEWS.COM - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud baru-baru ini dilaporkan telah berbicara dengan presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui sambungan telepon.

Pembicaraan tersebut dilakukan setelah adanya perjanjian bersejarah dimana Uni Emirat Arab memutuskan berdamai dengan Israel yang ditengahi oleh Trump.

Dalam pembicaraan tersebut, Raja Salman secara tegas mengatakan kepada Trump bahwa tak ada normalisasi antara Arab Saudi dan Israel tanpa Palestina.

Dikutip dari Reuters, Senin (7/9/2020), dilaporkan oleh kantor berita Arab Saudi, pembicaraan antara Raja Salman dan Trump dilakukan pada hari Minggu (6/9/2020).

Lewat panggilan saluran telepon tersebut, Raja Salman mengatakan bahwa ia menghargai segala upaya Amerika Serikat dalam mendukung perdamaian antara negara Timur Tengah dengan Israel.

Akan tetapi, Raja Salman ingin melihat adanya solusi yang adil dan permanen bagi Palestina, berdasarkan Prakarsa Perdamaian Arab yang diusulkan oleh kerajaan pada tahun 2002.

Gerakan Sayap Kanan Amerika Serikat Diduga Pasok Persenjataan ke Hamas, Ini Tujuannya

Solusi yang adil dan permanen menurut Raja Salman merupakan fokus utama Prakarsa Perdamaian Arab yang diusulkan Arab Saudi.

Dalam kesepakatan tersebut, negara-negara Arab telah menawarkan hubungan perdamaian dengan Israel.

Sebagai imbalannya, ada pengakuan penuh atas negara Palestina dan Israel menarik balik seluruh tentara mereka dari wilayah Palestina.

Sampai dengan saat ini, Arab Saudi tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara.

Begitu juga Israel yang tidak mengakui Palestina.

Sementara itu, penasihat Gedung Putih sekaligus menantu Trump, Jared Kushner mengatakan bahwa ia berharap negara-negara Timur Tengah lainnya juga mau berdamai dengan Israel, menyusul UEA (Uni Emirate Arab).

Penyanyi Albania-AS Bebe Rexha Promosikan Karpet Merah Berlabel Arab

UEA menjadi negara ketiga dari Timur Tengah yang menyetujui perdamaian dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania.

UEA pada minggu lalu telah sepakat menjalin diplomasi dan memperbaiki hubungan antar kedua negara yang selama ini terus bersitegang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved