Info Subulussalam
Warga Minta Disdikbud Subulussalam Buka Kegiatan Belajar di SD Tanah Tumbuh
Aman mengatakan saat ini ada puluhan anak usia sekolah di Desa Tanah Tumbuh tidak dapat belajar menyusul kepindahan mereka ke permukiman lama tiga pek
Penulis: Khalidin | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat diminta membuka operasional Sekolah Dasar (SD) di Desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Rundeng.
Hal itu disampaikan Aman Bancin, Kepala Desa Tanah Tumbuh kepada Serambines.com, Selasa (8/9/2020) di Tanah Tumbuh.
Aman mengatakan saat ini ada puluhan anak usia sekolah di Desa Tanah Tumbuh tidak dapat belajar menyusul kepindahan mereka ke permukiman lama tiga pekan lalu.
Dikatakan, sebelumnya anak-anak mereka belajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Rundeng, Kecamatan Rundeng.
Sementara setelah warga pindah kini jarak perkampungan lama ke lokasi sekolah mencapai 10 kilometer.
Kembalinya ratusan jiwa warga Tanah Tumbuh ke perkampungan lama setelah hidup di lokasi perumahan pengungsi saat konflik bersenjata Aceh 2002 lalu.
“Kami sudah kembali ke perkampungan lama sejak dua minggu lalu tapi sekarang kendalanya sekolah belum buka jadi anak-anak tidak dapat belajar,” ujar Aman.
Aman mengaku untuk fasilitas sudah tersedia di Tanah Tumbuh berupa bangunan sekolah enam lokal.
Gedung Sekolah Dasar tersebut menurut Aman dibangun dari Dana Otonomi Khusus beberapa tahun lalu dan sekarang belum dibuka untuk kegiatan belajar mengajar.
• Sertifikasi Tanah Wakaf di Aceh Besar Gratis, Pihak Gampong Diimbau Buat Akta Ikrar Wakaf
• Daftar Harga iPhone Bulan September 2020 Terbaru: dari iPhone 7 Plus hingga iPhone 11 Pro Max
• Begini Pandangan Anggota DPRA Terhadap Edaran Stiker BBM Subsidi, Nilai tak Efektif & Harus Dicabut
Menurut Aman sebenarnya selain anak-anak dari Desa Tanah Tumbuh beberapa anak-anak karyawan PT Perkebunan Nusantara yang ada di sekitarnya juga bisa belajar di sana.
Di Tanah Tumbuh sendiri terdapat sekitar 150-an anak masyarakat yang sedang berusia sekolah dasar.
Saat ini masyarakat membutuhkan dibukanya operasional kegiatan belajar mengajar di gedung sekolah yang telah dibangun dua tahun lalu.
Selama ini, ratusan jiwa penduduk Desa Tanah Tumbuh bermukim di lokasi perumahan yang berada di kawasan Desa Pasar Rundeng akibat konflik tahun 2002 silam.
Kini masyarakat Tanah Tumbuh sudah dikembalikan ke permukiman lama mengikuti jejak sejumlah desa tetangga seperti Tualang dan lainnya. (*)