Berita Kutaraja
BPBD Banda Aceh Intensifkan Penyemprotan Disinfektan di Perkantoran, Rumah Ibadah, dan Fasum
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh mengintensifkan program disinfeksi atau penyemprotan cairan disinfektan.
Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh mengintensifkan program disinfeksi atau penyemprotan cairan disinfektan.
Apalagi dengan kondisi Kota Banda Aceh saat ini yang sudah berubah dari status zona kuning Covid-19 menjadi daerah zona merah.
Bahkan, tidak ada hari yang terlewatkan oleh petugas untuk melakukan disinfeksi di rumah-rumah ibadah, perkantoran, dan fasilitas publik atau fasilitas umum (fasum), selama pandemi Covid-19.
Belum lagi, permohonan penyemprotan yang datang dari para pihak di luar agenda penyemprotan, juga akan dilayani oleh petugas BPBD Kota Banda Aceh.
Permohonan dimaksud datang dari instansi serta lembaga perbankan di luar lingkup Pemerintah Kota Banda Aceh.
Demikian diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Banda Aceh, Rizal Abdillah, SSos, MSi, yang dihubungi Serambinews.com, Selasa (8/9/2020).
• Pemkab Aceh Besar Siapkan Stimulus Ekonomi Bagi UMKM Sebesar Rp 1,6 M, Begini Cara Mendapatkannya
• Lagi, Pasien Positif Covid-19 Bertambah di Banda Aceh, Hari Ini Sebanyak 26 Orang
• Per 9 September 2020, Ini Jumlah Warga Lhokseumawe yang Terpapar Covid-19, Empat Masih Dirawat
Mantan Camat Ulee Kareng ini mengatakan, sejak Juli 2020 atau saat dirinya mengisi jabatan sebagai Kalaksa BPBD Kota Banda Aceh, sudah ada 300-an rumah ibadah yang disemprot disinfektan.
Lalu, lanjut dia, puluhan fasilitas publik, seperti halte, lapangan olahraga, lokasi bermain, taman-taman, serta sejumlah area publik lainnya, juga didisinfeksi.
Bahkan pasar-pasar di pusat kota Banda Aceh, seperti Pasar Peunayong, pasar di Jalan RA Kartini, Pasar Gampong Baro, sampai Pasar Al-Mahirah di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, tak luput dari penyemprotan yang dilakukan petugas.
"Malah, ada pasar yang sudah dua kali disemprot. Langkah penyemprotan dari kami ini hanya pencegahan," paparnya.
"Biasanya dalam penyemprotan juga terlibat Dinkes Kota Banda Aceh yang mengarahkan kami melakukan penyemprotan di rumah-rumah warga yang positif,” ungkap Rizal.
• Berulah, India Hujani Tembakan untuk PLA di Perbatasan, China Murka Kesepakatannya Dilanggar
• Jakob Oetama Tutup Usia, Begini Perjuangannya Dirikan Jaringan Media hingga Sebesar Sekarang
• PNS RSUD yang Cari Jodoh di Youtube Ternyata Terlilit Utang Ratusan Juta, Mengaku Masih Perawan
Setiap penyemprotan, sebut Kalaksa BPBD, sebanyak 34 anggota BPBD Kota Banda Aceh diturunkan ke lokasi.
"Cairan disinfektan yang dihabiskan untuk program disinfeksi ini minimal 10 liter per hari," pungkas Kalaksa BPBD Kota Banda Aceh, Rizal Abdillah SSos, MSi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bpbd-banda-aceh-semprot-area-publik.jpg)