Rabu, 3 Juni 2026

Jamkesnews

Dinkes Aceh Besar Dorong Puskesmas Optimalkan Layanan Kesehatan

penerapan sistem antrean online yang bersinergi dengan BPJS Kesehatan untuk kemudahan pasien berobat terutama dimasa pandemi ini.

Tayang:
Editor: IKL
For Serambinews.com

Dinkes Aceh Besar Dorong Puskesmas Optimalkan Layanan Kesehatan

 SERAMBINEWS.COM, JANTHO, – Untuk mengoptimalkan peran Puskesmas sebagai gate keeper dalam pemberian pelayanan kesehatan, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Neli Ulfiati mengajak seluruh Puskesmas di kabupaten tersebut selaku sebagai kontak pertama layanan untuk meningkatkan layanan kepada pasien.

“Dalam pemberian pelayanan kesehatan harus dapat kita layanani dengan cepat, tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasien sehingga jika hal-hal tersebut dapat dilakukan maka terhadap kasus-kasus yang merupakan kompetensi dokter di Puskemas, dapat terselesaikan tanpa harus dirujuk ke rumah sakit,” ucapnya pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pencapaian Rujukan Nonspesialistik Pada Puskesmas Kabupaten Aceh Besar, Rabu (02/09) di Aceh Besar.

Komite I DPD RI dan Kemendes PDTT Bersinergi dalam Penanggulangan Covid-19 di Desa

Kabar Gembira! Bantuan Dana UMKM Cair Rp 2,4 Juta/Orang, Ini Syarat Mengambilnya

Disisi lain, ia tidak memungkiri bahwa di masa pandemi seperti ini ditemui beberapa kendala karena banyak puskesmas yang tutup akibat petugas medis dibeberapa Puskesmas terpapar Covid-19 sehingga peserta yang akan mendapatkan pelayanan harus dirujuk langsung ke rumah sakit atau dialihkan ke Puskemas lain.

Sementara itu Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Zahlina pada paparan materinya mengatakan masih tingginya angka rujukan non spesialistik di Kabupaten Aceh Besar yang mencapai 3.727 kasus atau 12% yang seharusnya tidak melebihi dari 2% karena harus tuntas penanganannya di puskesmas.

“Tingginya angka rujukan di Puskesmas salah satunya masih ada penyakit yang harusnya dapat selesai pelayanannya di puskesmas seperti penyakit tuberkulosis (TBC) yang dapat dirujuk secara horizontal ke Puskesmas lain jika tidak dapat ditangani di Puskemas tersebut tanpa harus dirujuk ke rumah sakit,” kata Zahlina.

Hal lain ia berharap agar Puskemas dapat melakukan memasukan data pada aplikasi P-Care yang ada di puskemas secara tuntas dan real time karena menurutnya hal tersebut dapat berpengaruh kepada tuntasnya pelayanan yang diberikan Puskesmas sesuai dengan standar kompetensinya.

Intip! Telkomsel Kolaborasi dengan Bank Mandiri dan Link Aja, Mudahkan Kredit UMKM

19 Siswa Wakili Aceh di Ajang KSN, SMA Modal Bangsa Mendominasi

Pada kegiatan tersebut juga diisi dengan sharing session dari Aidil Fitria yang merupakan dokter di Puskesmas Indrapuri Kabupaten Aceh Besar mengenai penerapan sistem antrean online yang bersinergi dengan BPJS Kesehatan untuk kemudahan pasien berobat terutama dimasa pandemi ini.

“Selain kemudahan bagi pasien, kemudahan yang didapat bagi petugas Puskesmas meringkaskan pekerjaan petugas Puskesmas yang biasanya petugas melakukan penginputan kembali pelayanan yang telah diberikan kepada pasien namun tidak perlu dilakukan lagi karena pada saat pasien mengambil nomor antrean melalui aplikasi Mobile JKN maka otomatis nantinya akan terinput kepada pelayanan," ungkap Aidil.

Ini Bahan Ajaib yang Bisa Jadi Obat Mujarab Sembuhkan Masuk Angin

Ia juga mengungkapkan selama ini di Puskesmas tempat dirinya bertugas telah tertib melakukan input data pada aplikasi P-Care yang ada di Puskemas secara tuntas dan real time oleh karena itu angka rujukan juga dapat dikendalikan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved