Selasa, 19 Mei 2026

Gadis Rohingya Meninggal di Pengungsian

Kondisi kesehatan sebagian imigran Rohingya yang terdampar di Pantai Ujong Blang Lhokseumawe, Senin (7/9/2020) dini hari lalu dilaporkan

Tayang:
Editor: bakri
For: Serambinews.com
Jenazah Nur Khalimah (21), pengunsi Rohingya yang meninggal dunia dibawa untuk disimpan di peti es RS Cut Meutia, Lhokseumawe pada Selasa (8/9/2020) malam. 

* Dua Masuk RS, Puluhan Lainnya Sakit

* UNHCR: Mereka Kabur dari Bangladesh

LHOKSEUMAWE - Kondisi kesehatan sebagian imigran Rohingya yang terdampar di Pantai Ujong Blang Lhokseumawe, Senin (7/9/2020) dini hari lalu dilaporkan banyak yang bermasalah. Satu orang pada Selasa kemarin dilaporkan meninggal dunia, dua masih dirawat, dan puluhannya lainnya mengeluh sakit.

Seorang yang meninggal dunia adalah perempuan, bernama Nur Khalimah (21). Informasi yang didapat Serambi, dia meninggal dunia Selasa (8/9/2020) sekitar pukul 18.30 WIB. Perempuan tersebut meninggal karena sakit, namun belum diketahui penyakit apa yang dideritanya.

Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Ridwan Jalil, membenarkan informasi tersebut. Informasi sementara yang dia terima, Nur Khalimah sebelumnya sempat mengalami sesak nafas dan sakit di dalam perut. “Mungkin selama di kapal ia makan dan minun yang tidak jelas. Tujuh bulan di laut mungkin membuat kondisi kesehatannya ngedrop,” jelas Ridwan.

Keluhan yang sama ternyata juga banyak dialami para imigran perempuan lainnya. Pantauan Serambi, kebanyakan mereka mengeluh kesakitan di perut dan sulit bernafas. Menurut Ridwan Jalil, para imigran tersebut masih dalam proses pemulihan setelah sekian lama terombang-ambing di laut.

"Mereka masih dalam proses pemulihan kondisi. Hari ini pihak NGO lokal maupun nasional mengecek seluruh kondisi kesehatan mereka,” katanya.

Sementara itu, dua orang lainnya saat ini masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Aceh Utara di Buket Rata Lhokseumawe. Masing-masing Muhammad Syakier (17), menderita radang paru-paru dan satu lagi Majidah (16), mengalami dehidrasi. "Keduanya juga sudah kita lakukan rapid tes. Hasilnya nonreaktif," ungkap Humas RSUCM Aceh Utara, Jalaluddin SKM MKes.

Selain kedua orang itu, rapid test untuk deteksi Covid-19 juga dilakukan kepada seluruh imigran. Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar, menyebutkan, dari hasil pemeriksaan semuanya menunjukkan nonreaktif Covid-19. Total jumlah imigran yang terdampar mencapai 296 orang. Terdiri dari pria dewasa sebanyak 100 orang, anak-anak 14 orang, dan wanita dewasa 181 orang.

Kabur dari Bangladesh

Menurut Chris Lewa, Koordinator Arakan Project, lembaga non-pemerintah yang berbasis di Thailand, para imigran yang terdampar di Lhokseumawe kemarin merupakan bagian dari sebuah kapal besar yang awalnya mengangkut sekitar 800 etnis Rohingya dari Bangladesh pada akhir Maret lalu.

"Kelompok ini pergi dari Bangladesh, kebanyakan dari kamp pengungsi, pada bulan Maret. Mereka pergi dengan menggunakan kapal besar yang dilaporkan mengangkut 800 orang. Mereka mencoba mencapai Malaysia pada bulan April, namun mereka tidak bisa turun dari kapal karena pembatasan akibat Covid-19, sehingga Malaysia mulai mendorong mereka kembali ke perairan internasional," ujar Chris kepada BBC.

Hal yang sama juga dialami para imigran Rohingya yang terdampar di Aceh Utara pada Juni lalu.  Menurut Chris, rombongan gelombang pertama yang tiba di Aceh tahun ini, sebelumnya ditolak oleh Malaysia dan Thailand. “Mereka sebenarnya berasal dari kapal yang sama dengan kelompok yang baru mendarat di Aceh itu," jelas Chris.

Dalam perjalanan, ia menyebutkan, setidaknya 30 orang dilaporkan meninggal dunia di kapal besar itu. "Ternyata 30 orang meninggal dunia di kapal, itu kami ketahui dari kelompok Rohingya yang tiba di Malaysia Juni lalu. Kelompok Rohingya Aceh ini juga mengatakan ada 30 orang yang meninggal dunia di kapal. (Tetapi) kami tidak yakin apakah ini 30 orang yang sama, atau 30 orang lagi tewas. Kami belum tahu detil secara keseluruhan," ujar Chris.

Hal yang sama juga disampaikan perwakilan dari UNHCR di Indonesia, Ann Mayman. Ia mengatakan kepada BBC, sekitar 119 dari etnis Rohingya yang datang ke Aceh itu itu sudah terdaftar sebagai pengungsi dengan UNHCR Bangladesh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved