Berita Nagan Raya
Gunakan Seragam Sekolah, Siswa Malah Belajar Daring di Mako Brimob, Ada Apa Sebenarnya?
Dalam Program Brain tersebut, Brimob Kompi Nagan Raya menyediakan wireless fidelity (wifi) gratis dan tempat untuk siswa belajar daring.
Laporan Rizwan | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Sebanyak 20 siswa SDN Blang Muko, Kecamatan Kuala, Nagan Raya mengikuti belajar secara daring (dalam jaringan) atau online di Mako Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimob, Rabu (9/9/2020).
Ternyata belajar daring di Mako Brimob itu dilakukan dalam rangka ‘Program Brain’ (Brimob Ramah Anak Indonesia) yang diluncurkan Brimob sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia.
Dalam Program Brain tersebut, Brimob Kompi Nagan Raya menyediakan wireless fidelity (wifi) gratis dan tempat untuk siswa belajar daring.
Pada saat proses belajar daring ini, para siswa dan guru pendamping tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Selain dewan guru, juga turut hadir pengurus Bhayangkari dari Kompi Brimob dan personel dari Kodim 0116/Nagan Raya untuk memberikan materi dan mendampingi siswa.
• 80 Warga Tunggu Hasil Swab Test Covid-19, Gugus Tugas Lakukan Tracing
• Nagan Raya Tambah 10 Pasien Terkonfimasi Positif Covid-19, Hasil Swab Keluar Setelah 12 Hari
• Ini Jumlah Warga Lhokseumawe yang Masih Menjalani Isolasi Mandiri Terkait Covid-19
Siswa terlihat antusias mengikuti belajar daring, apalagi siswa turut memakai seragam sekolah yang telah lama tidak mereka gunakan.
Dansat Brimob Brimob Polda Aceh, Kombes Pol Suheru SIK, melalui Danki Brimob Kompi 3, Iptu Nurdin mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk bakti Brimob Aceh untuk masyarakat.
"Program Brain ini dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa," kata Iptu Nurdin.
Proses belajar daring di Mako Brimob, lanjut Danki, sudah diluncurkan beberapa bulan lalu, dengan menyediakan fasiltas belajar dan fasilitas wifi gratis.
"Belajar daring menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ikut memberikan materi, dari kalangan Brimob, TNI, Polri dan pemkab," ucapnya.
• Dosen Reaktif Covid-19, Fakultas Ekonomi Ditutup, Aktivitas Kampus Dihentikan 2 Minggu
• Bus Sekolah Tua, Seperti Robur di Depan Fakultas Ekonomi Unsyiah, Disulap Jadi Hotel Mini
• Jenazah Gadis Rohingya Dimakamkan di TPU Kuta Blang Lhokseumawe, Begini Suasananya
Belajar daring di Mako Brimob ini, urai Danki, dilakukan secara bergantian oleh siswa dari sekolah di Nagan Raya dengan jumlah peserta dibatasi dan diutamakan kalangan siswa kurang mampu.
Danki berharap, dengan adanya ‘Program Brain’ ini dapat mengurangi beban para wali murid untuk membeli kuota internet selama para siswa belajar secara online.
Seperti diketahui, semua tingkat pendidikan baik SD, SLTP, dan SLTA di Nagan Raya hingga kini masih menerapkan sekolah daring (online).
Sebelumnya, untuk jenjang SLTP (SMP/MTs) dan SLTA (SMA/MA/SMK), sempat dibuka sekolah tatap muka, tetapi kemudian kembali dialihkan ke daring karena meningkatnya kasus Covid-19.
• 65 KK Warga Desa Kuala Parek Aceh Timur Terima Sertifikat Redistribusi Tanah, Bupati Rocky Janji Ini
• Inisiator dan Para Ketua Fraksi Serahkan Hak Interpelasi Kepada Pimpinan DPRA
• VIDEO - Tim Satgas Covid-19 Simeulue Hukum Di Tempat Warga Tak Pakai Masker
Sedangkan untuk jenjang SD/MI, sejak pandemi corona hingga kini, masih menerapkan sekolah daring atau belajar dari rumah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/belajar-daring-di-mako-brimob.jpg)