Sabtu, 9 Mei 2026

Profil Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia yang Tutup Usia di Umur 89 Tahun

Jakob Oetama dikabarkan tutup usia di usia ke 89 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta.

Tayang:
Editor: Amirullah
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama di ruang kerjanya di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, 7 Oktober 2016. 

Dalam penerbitannya, Intisari juga melibatkan banyak ahli di antaranya adalah ahli ekonomi Prof. Widjojo Nitisastro, penulis masalah-masalah ekonomi terkenal seperti Drs. Sanjoto Sasstromohardjo, dan sejarawan muda Nugroho Notosusanto.

Berkat pergaulan PK Ojong yang sangat luaslah Intisari berhasil terbit.

Saat itu Intisari mendapatkan respon yang baik dari para pembaca hingga beroplah 11.000 eksemplar.

Saat itu, berdirinya Intisari dirasa kurang cukup. Sehingga pada tahun 1965 Jakob bersama PK Ojong mendirikan Surat Kabar Kompas.

Kala itu Indonesia sedang berada pada masa pemberontakan PKI.

Kemudian didirikanlah Surat Kabar Kompas yang dimaksudkan untuk menjadi pilihan alternatif dari banyaknya media partisan yang terbentuk dari kondisi politik Indonesia pasca Pemilu 1995.

Nama Kompas diberikan langsung oleh Presiden Soekarno yang berarti penunjuk arah.

Sebelumnya dipilih ‘Bentara Rakyat’ yang berarti koran itu ditujukan untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat rakyat.

Moto yang dipilih pun “Amanat Penderitaan Rakyat”.

Namun Presiden Soekarno saat itu kurang setuju dan mengusulkan nama “Kompas”.

Kemudian dari perkembangan Kompas inilah berdiri kelompok usaha Kompas Gramedia lainnya.

artikel ini telah tayang di Sonora.id dengan judul Profil Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia yang Meninggal di Usia 89 Tahun

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved