Sabtu, 9 Mei 2026

Profil Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia yang Tutup Usia di Umur 89 Tahun

Jakob Oetama dikabarkan tutup usia di usia ke 89 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta.

Tayang:
Editor: Amirullah
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama di ruang kerjanya di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, 7 Oktober 2016. 

SERAMBINEWS.COM - Salah satu Presiden Kompas Gramedia Jakob Oetama meninggal dunia pada hari ini, Rabu (9/9/2020).

Jakob Oetama dikabarkan tutup usia di usia ke 89 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta.

Jakob telah meninggalkan berbagai prestasi dan nilai-nilai yang tinggi untuk keluarga dan bangsa Indonesia.

Jacob Oetama lahir disebuah desa bernama Desa Jowahan, 500 meter sebelah timur dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 27 September 1931.

Pendiri Kompas Gramedia ini merupakan putra pertama dari 13 bersaudara.

Ayahnya bernama Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo seorang pensiunan guru Sekolah Rakyat di Sleman, Yogyakarta dan ibunya bernama Margaretha Kartonah.

VIDEO Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama Meninggal Dunia

BREAKING NEWS - Jacob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia Meninggal Dunia

Mulanya Jakob bercita-cita menjadi seorang pastor, hanya karena ayahnya merupakan seorang guru mengaruskan ia tak lagi melanjutkan cita-citanya.

Jakob Oetama memulai kariernya setelah keluar dari Seminari di Yogyakarta dan ingin ingin melanjutkan karir menjadi guru seperti ayahnya.

Ayah Jakob meminta dirinya untuk pergi ke Jakarta bertemu seorang kerabat bernama Yohanes Yosep Supatmo.

Supatmo adalah sosok yang memiliki Yayasan Pendidikan Budaya yang mengelola sekolah budaya.

Saat itu, Jakob tidak berkerja sebagai guru di Yayasan milik Sapto, ia justru menjadi guru di SMP Mardiyuwana Cipanas, Jawa Barat pada 1952 sampai 1953.

Kemudian Jakob pindah ke Sekolah Guru Bagian B di Lenteng Agung, Jakarta pada 1953-1954 dan pindah lagi ke SMP Van Lith di Gunung Sahari di tahun 1954-1956.

Sekolah tersebut berada di bawah asuhan para pastor Kongregasi Ordo Fratrum Minorum (OFM) atau disebut Fransiskan.

7 Manfaat Rutin Makan Pepaya Setiap Hari, Salah Satunya Bikin Awet Muda

Saat itu ia tinggal di kompleks Sekolah Vincentius di Kramat Raya, Jakarta Pusat yang kini dikenal kompleks Panti Asuhan VIncentius Putra.

Sembari mengajar siswa/I SMP, ia melanjutkan studinya pada tingkat tinggi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved