Minggu, 26 April 2026

Berita Aceh Timur

Dinilai Berhasil Tekan Penyebaran Covid-19, Plt Gubernur Apresiasi Pemkab Aceh Timur

Sampai hari ini, Aceh Timur hanya mencatat 24 kasus dengan 4 di antaranya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zubir Mahmud.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ SUBUR DANI
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaeb dan Direktur RSU Zubir Mahmud, Edi Gunawan meninjau Rumah Sakit Umum Daerah dr Zubir Mahmud, Sabtu (12/9/2020). 

Sampai hari ini, Aceh Timur hanya mencatat 24 kasus dengan 4 di antaranya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zubir Mahmud.

Laporan Subur Dani | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, yang dinilai berhasil menekan kasus penularan covid-19.

Sampai hari ini, Aceh Timur hanya mencatat 24 kasus dengan 4 di antaranya masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zubir Mahmud.

Dari penjelasan Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaeb atau yang akrab disapa Rokcy, cara mereka menangani covid adalah dengan menjadikan tenaga medis di puskesmas sebagai garda terdepan pencegahan penularan.

Dengan begitu, tidak semua pasien harus dirawat di rumah sakit umum daerah.

"Saya pikir pola ini bisa diterapkan di daerah lain, di mana puskesmas harus aktif mengedukasi masyarakat," kata Nova saat mengunjungi RSUD Zubir Mahmud di Idi Aceh Timur, Sabtu (12/9/2020).

"Puskesmas bisa jadi garda terdepan, ujung tombak. Sehingga tidak semua harus dirawat di rumah sakit umum," kata Nova.

Bupati Aceh Timur Harap Jalan Lintas Peureulak, Lokop, Gayo Lues Segera Dibangun 

Direktur RSU Zubir Mahmud, Edi Gunawan mengatakan, pihaknya saat ini sangat memerlukan bantuan provinsi.

Khususnya untuk pembelian obat-obatan, bukan sebatas bantuan pembangunan infrastruktur.

Hal itu didasari, dari pendapatan rumah sakit selama pandemi yang menurun drastis.

Sementara, mereka tetap harus memberikan biaya jasa kepada petugas medis.

"Pasien umum drop hampir 50 persen. Kita nggak tahu pandemi ini kapan berakhir. Kalau bisa khusus untuk pengadaan obat-obatan kita juga perlu bantuan dari Otsus," kata Edi.

Plt Gubernur menyadari kesulitan tersebut.

Apalagi dengan kebijakan daerah, di mana jasa medis tidak boleh dilakukan pemotongan, karena sulitnya mencari volunteer (relawan) medis di tengah situasi pandemi.

Giliran Bahrain Mesra Dengan Israel Setelah UEA, Cita-cita Negara Palestina Terancam

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved