Rabu, 15 April 2026

Berita Aceh Timur

BKSDA Aceh Sudah Pasang Tiga GPS Collar pada Kawanan Gajah Liar di Aceh Timur, Ini Fungsinya

Menurut Andi Aswinsyah, pemasangan GPS collar ini bertujuan untuk mengetahui posisi kawanan gajah liar secara berkala melalui satelit.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Saifullah
Dok Forum Konservasi Leuser (FKL)
Tim gabungan BKSDA Aceh dan FKL saat memasang GPS Collar pada gajah liar di kawasan HGU PT Atakana, di Desa Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jum’at (11/9/2020). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Forum Konservasi Leuser (FKL) sudah berhasil memasang tiga unit GPS collar terhadap kawanan gajah liar di Aceh Timur.

Keberhasilan pemasangan GPS ini disampaikan oleh Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto melalui Kepala Pusat Latihan Gajah (PLG) Aceh di Saree, Andi Aswinsyah.

Andi menjelaskan, GPS collar pertama dipasang pada 6 Maret 2019 lalu, pada gajah betina seberat 4 ton di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Atakana Company, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Waktu itu, terangnya, GPS collar dipasang pada gajah betina yang diberi nama Nadia, karena GPS itu merupakan sumbangan dari Nadia Hutagalung, seorang presenter yang sangat peduli terhadap konservasi.

"Kedua, GPS collar juga dipasang pada gajah betina pada kawanan gajah di Kecamatan Birem Bayeun, 9 Maret 2019 lalu. Gajah betina ini diperkirakan berumur 20 tahun dengan berat lebih dari 2 ton," jelasnya.

Polisi Tangkap Dua Pencuri Baterai Tower  

Nasir Djamil Desak Segera Alokasikan Dana Insentif dan Perlindungan Tenaga Medis di Aceh

Polri Berencana Rekrut Preman Pasar Buat Awasi Protokol Kesehatan, Utamanya Penggunaan Masker

Terakhir, lanjutnya, tim gabungan BKSDA dan FKL kembali memasang GPS collar pada kelompok gajah di kawasan HGU PT Atakana Company di Desa Seumanah Jaya pada Jumat (11/9/2020) kemarin.

GPS Collar ketiga tersebut, beber dia, dipasang pada gajah betina yang diperkirakan memiliki berat sekitar 3,6 ton. Setelah GPS dipasang, gajah betina itu kemudian dilepasliarkan kembali.

Menurut Andi Aswinsyah, pemasangan GPS collar ini bertujuan untuk mengetahui posisi kawanan gajah liar secara berkala melalui satelit.

Alat pendeteksi itu, terangnya, juga berguna untuk memberikan informasi sehingga mempermudah proses mitigasi konflik satwa liar dengan manusia yang kerap terjadi, terutama di Kabupaten Aceh Timur.

Webinar For-JAK, Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah, Mantan Dubes Kanada, Diterima Hangat Mantan GAM

Pria Ini Jadi Manusia Kalkulator Tercepat di Dunia, Berawal dari Kecelakaan

Warga Aceh Timur Pecah Kepala Ditabrak Truk Fuso, Sepmor Rusak Berat

“Salah satu tujuannya untuk memberi informasi posisi gajah sebelum mendekati atau masuk ke perkebunan dan lahan pertanian masyarakat. Alat ini sangat membantu,” pungkas Andi Aswinsyah kepada Serambinews.com, Sabtu (12/9/2020).(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved