Breaking News:

Rohingya Terdampar di Lhokseumawe

IPAC dari Jakarta Teliti Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Begini Hasilnya

kedatangan 300 migran Rohingya di pantai Lhokseumawe tanggal 7 September 2020 telah merepotkan Pemko Lhokseumawe

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Warga Etnis Rohingya yang terdampar di pesisir Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh, Senin (7/9/2020) dini hari. 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Indonesia harus memperbaiki kebijakan terkait pengelolaan migran (pengungsi asing) yang saat ini masih diserahkan ke pemerintah daerah yang tidak memiliki sumber daya yang cukup.

Pemerintah pusat diharapkan dapat merancang kebijakan perlindungan pengungsi yang menjamin hak-hak mereka.

Mengingat kedatangan 300 migran Rohingya di pantai Lhokseumawe tanggal 7 September 2020 telah merepotkan Pemko Lhokseumawe.

Hal itu disampaikan Deka Anwar, Peneliti Institute for Policy Analysis Conflict (IPAC) yang berkedudukan di Jakarta kepada Serambinews.com di Banda Aceh per telepon, Minggu (13/9/2020) pagi.

Pekan lalu, Deka Anwar bertolak ke Lhokseumawe untuk melihat langsung kondisi migran Rohingya di sana dan mewawancarai beberapa di antara mereka.

Hendak Makan Malam, Tapi Pekerja Restoran tak Ada, Sekeluarga Terkejut Saat Lihat ke Belakang

Deka juga mewawancarai sejumlah pejabat terkait di Lhokseumawe.

Sekembali dari Lhokseumawe, Deka Anwar menulis laporan berjudul “Pengungsi Rohingya di Aceh”.

Ini merupakan laporan terbaru dari IPAC yang personelnya terdiri atas ekspatriat dan peneliti asal Indonesia.

Dalam laporan itu Deka Anwar memaparkan kronologi pengungsi Rohingya yang baru tiba di Aceh serta mengkaji isu-isu terkait penanganan pengungsi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved