Berita Aceh Timur

Petani Seumanah Jaya Peureulak Minta Pemkab Bantu Beko, untuk Buka Jalur Bangun Power Fencing Gajah

Pagar listrik ini tidak menyebabkan kematian, tetapi hanya menimbulkan shock terhadap satwa gajah.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Tim BKSDA Aceh, Forum Konservasi Leuser, dan CRU Serbajadi, Jumat (24/7/2020), rapat dengan petani Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, Aceh Timur, terkait rencana pembangunan pagar kawat kejut gajah atau power fencing di daerah itu. 

Pagar listrik ini tidak menyebabkan kematian, tetapi hanya menimbulkan shock terhadap satwa gajah.

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Petani di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, meminta Pemkab Aceh Timur, membantu alat berat berupa excavator atau beko. 

Beko ini diperlukan untuk membuka jalur pembangunan kawat kejut atau power fencing gajah yang akan dibangun Forum Konservasi Leuser (FKL) bekerja sama masyarakat setempat secara swadaya.

Seperti diketahui, power fencing merupakan salah satu strategi penanggulangan konflik gajah dengan manusia jangka pendek yang dibangun dari strategi kejut (efek psikologis) dari kawat yang dialiri listrik.

Pagar listrik ini tidak menyebabkan kematian, tetapi hanya menimbulkan shock terhadap satwa gajah.

Jasman Keuchik Desa Seumanah Jaya, menyampaikan permintaan ini melalui Serambinews.com, Senin (14/9/2020).

Jaksa Datangi Rumah Terpidana Kasus Asusila di Aceh Utara untuk Dicambuk Besok, Begini Hasilnya

Warna Boleh Berbeda, Harga Yamaha X-Ride 125 Tetap Sama

Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW Supaya Dimudahkan Rezekinya, Dijauhkan dari Penyakit

“Kita mohon bantuan excavator untuk membuka jalur power fencing yang rencananya dibangun di perbatasan antara kebun sawit PT Atakana dengan ladang warga. 

Di jalur itu, ada lahan yang sulit untuk dibuka, sehingga butuh alat berat," kata Jasman seraya mengatakan petani juga membantu merintis jalur diperlukan untuk pembangunan power fencing ini.

Jasman menilai pembangunan power fencing ini mendesak untuk menghalau gajah masuk ke perkebunan petani. Karena, beberapa Minggu gajah juga baru masuk dan merusak tanaman warga.

Jasman mengatakan power fencing sangat perlu untuk melindungi tanaman warga dari gangguan gajah.

“Kalau power fencing sudah dibangun tanaman masyarakat akan terlindungi, dan apa pun tanaman warga Insya Allah berhasil jika tak ada gangguan gajah lagi," kata Jasman.

Apalagi kata Jasman, ratusan lahan masyarakat di daerah itu, sudah ditanami sawit, dan lahan masyarakat juga rata-rata sudah ditanami tanaman produktif seperti jagung, pisang, lemon, dan tanaman produktif lainnya.

Mukhlis, Supervisor Mitigasi Konflik satwa dan manusia FKL mengatakan, hasil rapat Jumat (11/9/2020) petani Seumanah Jaya, setuju pagar listrik atau power fencing segera dibangun.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved