Berita Aceh Timur
Petani Seumanah Jaya Peureulak Minta Pemkab Bantu Beko, untuk Buka Jalur Bangun Power Fencing Gajah
Pagar listrik ini tidak menyebabkan kematian, tetapi hanya menimbulkan shock terhadap satwa gajah.
Penulis: Seni Hendri | Editor: Mursal Ismail
Pagar listrik ini tidak menyebabkan kematian, tetapi hanya menimbulkan shock terhadap satwa gajah.
Laporan Seni Hendri l Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Petani di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, meminta Pemkab Aceh Timur, membantu alat berat berupa excavator atau beko.
Beko ini diperlukan untuk membuka jalur pembangunan kawat kejut atau power fencing gajah yang akan dibangun Forum Konservasi Leuser (FKL) bekerja sama masyarakat setempat secara swadaya.
Seperti diketahui, power fencing merupakan salah satu strategi penanggulangan konflik gajah dengan manusia jangka pendek yang dibangun dari strategi kejut (efek psikologis) dari kawat yang dialiri listrik.
Pagar listrik ini tidak menyebabkan kematian, tetapi hanya menimbulkan shock terhadap satwa gajah.
Jasman Keuchik Desa Seumanah Jaya, menyampaikan permintaan ini melalui Serambinews.com, Senin (14/9/2020).
• Jaksa Datangi Rumah Terpidana Kasus Asusila di Aceh Utara untuk Dicambuk Besok, Begini Hasilnya
• Warna Boleh Berbeda, Harga Yamaha X-Ride 125 Tetap Sama
• Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW Supaya Dimudahkan Rezekinya, Dijauhkan dari Penyakit
“Kita mohon bantuan excavator untuk membuka jalur power fencing yang rencananya dibangun di perbatasan antara kebun sawit PT Atakana dengan ladang warga.
Di jalur itu, ada lahan yang sulit untuk dibuka, sehingga butuh alat berat," kata Jasman seraya mengatakan petani juga membantu merintis jalur diperlukan untuk pembangunan power fencing ini.
Jasman menilai pembangunan power fencing ini mendesak untuk menghalau gajah masuk ke perkebunan petani. Karena, beberapa Minggu gajah juga baru masuk dan merusak tanaman warga.
Jasman mengatakan power fencing sangat perlu untuk melindungi tanaman warga dari gangguan gajah.
“Kalau power fencing sudah dibangun tanaman masyarakat akan terlindungi, dan apa pun tanaman warga Insya Allah berhasil jika tak ada gangguan gajah lagi," kata Jasman.
Apalagi kata Jasman, ratusan lahan masyarakat di daerah itu, sudah ditanami sawit, dan lahan masyarakat juga rata-rata sudah ditanami tanaman produktif seperti jagung, pisang, lemon, dan tanaman produktif lainnya.
Mukhlis, Supervisor Mitigasi Konflik satwa dan manusia FKL mengatakan, hasil rapat Jumat (11/9/2020) petani Seumanah Jaya, setuju pagar listrik atau power fencing segera dibangun.