Kurikulum Merdeka
Dosen STKIP Bina Bangsa Getsempena Bahas Kurikulum Merdeka
Di STKIP BBG, terdapat tiga Prodi yang lolos hibah kurikulum MBKM yakni Pendidikan Matematika, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Bahas
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – STKIP Bina Bangsa Getsempena (BBG) menggelar workshop finalisasi kurikulum merdeka.
Kegiatan yang bertema “Reorientasi Kurikulum Berbasis Program MBKM di Era 4.0” berlangsung secara daring, Senin (14/9/2020).
Workshop itu menghadirkan Pakar Kurikulum Merdeka dari Universitas Negeri Semarang, Prof Dr Edy Cahyono, M.Si sebagai pemateri.
Sementara pesertanya merupakan para dosen kampus STKIP BBG.
Ketua STKIP BBG, Lili Kasmini M.Si mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari lolosnya program kurikulum Merdeka Kemendikbud yang diumumkan pada 31 Agustus 2020.
• VIDEO - Membuat Rektor Terpukau Saat Wisuda, Wisudawan Joget Blackpink
• BPN Aceh Tengah Gelar Pencanangan Pembangunan Zona Integritas
• Langsa Mulai Jatuhkan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Sanksinya
“Kami sangat berterima kasih kepada pemateri yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu tentang kurikulum merdeka. Terus terang kami masih awam, apalagi kurikulum merdeka ini merupakan kurikulum baru sehingga kami masih membutuhkan banyak curahan ilmu,” ujarnya.
Wakil Ketua I dan penanggung jawab Kurikulum Merdeka STKIP BBG, Miksalmina M.Mat mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk mendapat masukan dari pakar kurikulum mengenai draft kurikulum yang sedang disusun di lingkungan STKIP BBG.
Sehingga masukan dari pakar dapat dijadikan bahan revisi dan juga teknis implementasi kurikulum MBKM di STKIP BBG.
"Alhamdulillah, dari ribuan proposal yang diajukan se-Indonesia, hanya ratusan yang diterima. BBG adalah salah satunya," pungkasnya.
Prof.Edy Cahyono menyampaikan, pelaksanaan kurikulum merdeka ini memiliki tahapan yakni menganalisis kebutuhan dan kajian Ipteks. Selanjutnya dibuat profil lulusan.
Lalu menentukan rumusan capaian pembelajaran baru dihasilkan mata kuliah (bahan kajian dengan kedalaman materi) dan CPL (sikap, pengetahuan, dan keterampilan).
Di STKIP BBG, terdapat tiga Prodi yang lolos hibah kurikulum MBKM yakni Pendidikan Matematika, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Pelaksanaan kurikulum merdeka juga akan dievaluasi. Evaluasi dan pemuktahiran kurikulum secara berkala tiap 4-5 tahun yang melibatkan pemangku kepentingan internal dan ekternal serta direview oleh pakar bidang ilmu program studi, industri, asosiasi serta sesuai dengan perkembangan Ipteks dan kebutuhan pengguna.
“Para dosen harus merumuskan kajian kurikulum yang lebih matang sehingga capaian akhir dari pelaksanaan akan lebih maksimal,” pungkasnya.(*)