Berita Aceh Barat Daya
Sempat Tegang, Hanya 4 Anggota Keluarga Pasien Covid-19 Meninggal di Abdya yang Diambil Sampel Swab
Pengambilan sampel swab terhadap anggota keluarga pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia di Kecamatan Babahrot Aceh Barat Daya (Abdya), sempat
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: M Nur Pakar
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE- Pengambilan sampel swab terhadap anggota keluarga pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia di Kecamatan Babahrot Aceh Barat Daya (Abdya), sempat diwarnai ketegangan, Rabu (16/9/2020),
Soalnya, anggota keluarga dari almarhumah A (37) tidak bersedia diambil sampel swab (pengambilan cairan tenggorokan) dengan alasan tidak mengalami gejala apa-apa, meskipun terjadi kontak erat dengan almarhumah.
Perempuan A (37), warga salah desa di Kecamatan Babahrot, meninggal dunia di Ruang Isolasi Khusus (RIK) RSUTP Abdya, Kamis (3/9/2020) lalu, ketika yang bersangkutan berstatus PDP atau probable (mirip terpapar Corona).
Sedangkan hasil pemeriksaan swab PCR dinyatakan A Positif terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-1), baru keluar setelah beberapa hari A meninggal dunia.
Dikarenakan, belum ada kepastian positif saat itu, maka pihak keluarga tetap melaksanakan fardhu kipayah terhadap jenazah A seperti biasa.
Hasil tracking atau pemetaan yang dilakukan petugas kesehatan bekerja sama dengan Anggota Muspika Babahrot, terdata 13 anggota keluarga dari almarhumah A yang harus diambil sampel swab karena terjadi kontak erat.
Akan tetapi pengambilan swab yang dilaksanakan, Rabu tadi, hanya berhasil mengambil sampel terhadap 4 orang anggota keluarga almarhumah. Itu pun sempat terjadi ketegangan karena mereka menolak.
“Hanya 4 anggota keluarga almarhumah A yang bisa diambil sampel swab,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes dihubungi Serambinews.com, Rabu (16/9/2020).
Sedangkan anggota keluarga yang lain bersikeras tidak bersedia diambil swab dengan alasan tidak mengalami gejala apa-apa, dan ada pula anggota keluarga tidak berada di tempat.
Informasi tambahan diperoleh Serambinews.com dari Kepala Puskesmas Babahrot, Firdaus SKM, bahwa sebenarnya ada 5 anggota keluarga yang berada di tempat (di rumah). Namun, satu orang tetap tidak mau diambil sampel swab.
Sedangkan 4 anggota keluarga berhasil diambil sampel swab setelah sempat terjadi ketegangan dengan petugas kesehatan.
Setelah diberikan pengertian oleh Kepala Puskesmas, termasuk oleh perssonel Polsek dan Koramil Babahrot yang mendampingi di lokasi, akhirnya 4 anggota keluarga dari almarhumah dari A dapat diswab.
Sementara anggota keluarga dari satu lagi pasien positif Covid-19 juga telah meninggal dunia dan juga warga salah satu desa di Kecamatan Babahrot, belum berhasil diswab.
Pasien positif Covid-19 tersebut adalah almarhumah MH (49).
Ibu rumah tangga ini meninggal dunia dalam rawatan di Ruang Pinere 2 Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Rabu (9/9/2020) malam, lalu.