Jumat, 10 April 2026

Berita Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Beri Dukungan Penuh Terhadap 5.000 Swab Massal

Dukungan itu akan dibahas dalam rapat pembahasan RAPBK Perubahan Banda Aceh tahun 2020, setelah sebelumnya kedua pihak telah berkoordinasi.

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Kabag Humas Setdako Banda Aceh, Irwan 

Dukungan itu akan dibahas dalam rapat pembahasan RAPBK Perubahan Banda Aceh tahun 2020, setelah sebelumnya kedua pihak telah berkoordinasi.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh, mendukung penuh terhadap 5.000 test swab massal yang diusulkan DPRK Banda Aceh guna menangani Covid-19 yang terjadi di ibu kota Provinsi Aceh ini.

Dukungan itu akan dibahas dalam rapat pembahasan RAPBK Perubahan Banda Aceh tahun 2020, setelah sebelumnya kedua pihak telah berkoordinasi.

Kabag Humas Setdako Banda Aceh, Irwan mengatakan Pemko bersama DPRK Banda Aceh siap mengawal kebijakan ini.

Di samping itu, dalam pandangannya, Irwan mengatakan 5.000 alat swab ini bisa diutamakan terhadap pelacakan interaksi dari pasien yang terpapar (proses tracing).

"Usulan DPRK ini merupakan langkah tepat dan harus dilakukan segera, mengingat angka penularan semakin meningkat, dan agar supaya Pemko bersama forkopimda dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam penanganan covid-19," kata Irwan.

Sedang Bersihkan Kayu di Sungai, Pria Ini Didatangi Buaya dengan Mulut Terbuka, Begini Kejadiannya

Sebelumnya, Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar, mendesak agar pemerintah kota untuk melakukan uji swab massal terhadap 5.000 warga.

Pihaknya juga mendorong pemerintah untuk menganggarkan sejumlah dana, agar dapat dilakukan kerjasama dengan Universitas Syiah Kuala yang memiliki laboratorium dan peralatan tes.

Farid menilai mayoritas pasien positif terinfeksi diketahui secara kebetulan ada warga yang sakit kemudian mendatangi rumah sakit dan ternyata terinfeksi virus corona.

Setelah dilacak maka kedapatan kasus-kasus baru lainnya.

"Ini menjadi penting, karena hari ini banyak pasien orang tanpa gejala (OTG) yang kondisinya sehat tapi tanpa sadar menjadi pembawa virus itu ke tempat-tempat lain jangan sampai muncul kluster baru seperti kluster perkantoran, masjid dan lainnya," kata Farid.(*)

Dirlantas Polda Aceh Bentuk Satgas Penegakan Disiplin Penggunaan Masker

Diajak Tinggal di Ponpes Madinatul Diniyah Nurul, Mualaf di Labuhan Haji Barat Pilih Tetap di Gubuk

Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Pria Ini Dihukum Tapi Tak Hafal Pancasila, Pilih Baca Al-Fatihah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved