Rohingya terdampar di Lhokseumawe
Jenguk Istri di BLK Lhokseumawe, 4 Pria Rohingya dari Malaysia Sempat Ditahan Imigrasi, Ini Sebabnya
Pria-pria itu kabarnya datang dari Malaysia hendak menjenguk istri dan anak mereka yang saat ini mengungsi di lokasi tersebut.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Empat pria warga etnis Rohingya dijemput dari kamp pengungsian Rohingya di Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang, Lhokseumawe untuk dibawa ke Kantor Imigrasi Lhokseumawe pada Rabu (17/9/2020).
Pria-pria itu kabarnya datang dari Malaysia hendak menjenguk istri dan anak mereka yang saat ini mengungsi di lokasi tersebut.
Hal itu dikatakan Kepala Imigrasi Klas II Lhokseumawe, Fauzi SH ketika dihubungi Serambinews.com, Jumat (18/9/2020) sore. Fauzi menjelaskan, keempat pria itu telah selesai diperiksa secara intesif di kantor Imigrasi.
Bahkan, terangnya, kala itu keempat pria Rohingya yang datang dari Malaysia tersebut sempat ditahan sehari di Kantor Imigrasi Lhokseumawe.
Sebagaimana diketahui, mereka berempat dicurigai karena diduga ada indikasi keterlibatan dalam jaringan perdagangan manusia etnis Rohingya.
• Diduga Terlibat Jaringan Perdagangan Manusia, Satu Migran Rohingya Digiring ke Imigrasi Lhokseumawe
• Satu Gadis Rohingya di Lhokseumawe Diduga Kabur Saat Jaga Pasien di Rumah Sakit
• Petugas Sita Belasan Ponsel Milik Migran Rohingya di BLK Lhokseumawe
Diungkapnya, pada Kamis (17/9/2020), pihak Imigrasi telah menginterogasi maksud kedatangan 4 orang migran Rohingya ke Gedung Balai Latihan Kerja (BLK), Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe itu.
“Setelah petugas interogasi mereka, ternyata semua tidak terlibat apa pun dalam jaringan perdagangan manusia bagi etnis Rohingya,” jelas Fauzi.
"Jadi keempat pria itu kini bisa kembali lagi ke tempat penampungan pengungsi Rohingya yang terdampar di Lhokseumawe dan Aceh Utara," imbuhnya.
Fauzi membeberkan, keempat pria etnis Rohingya itu pada Rabu (16/9/2020) pukul 00.30 WIB, datang dari Sungai Buloh, Malaysia ke tempat penampungan migran Rohignya di Lhokseumawe.
Sesuai kartu UNHCR, identitas mereka adalah, Namasyah, Myanmar 1 Januari 1996, jenis kelamin laki-laki, Nomor Kartu UNHCR 471-16C00057.
• Hari Ini, Bertambah 36 Pasien Terkonfirmasi Covid di Banda Aceh, Ini Kata Kadinkes Lukman SKM MKes
• Kemenag Koba FC Banda Aceh Takluk dari Ulka FC di Lapangan Matador, Ini Skor Pertandingannya
• Rumah Janda Ditempati Dua KK di Pandrah Bireuen Terbakar, Begini Kejadiannya
Kemudian, Muhammad Ismail Bin Dil Muhammad, Myanmar 1 Januari 1997, jenis kelamin laki-laki, Nomor Kartu UNHCR 354-18C3523.
Lalu, Junit Bin Harun Roshid, Myanmar 1 Januari 1988, jenis kelamin laki-laki, Nomor Kartu UNHCR 354-18C8289.
Terakhir, Shamshull Hoque Bin Nazir Ahmad, Myanmar 1 Januari 1991, jenis kelamin laki-laki, Nomor Kartu UNHCR 354-19C00431.
Informasi lain yang diperoleh Serambinews.com menyebutkan, bahwa pada hari Sabtu (12/9/2020) pekan lalu, keempat pria migran Rohingya itu berangkat dari Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rohingya-132.jpg)