Breaking News:

Luar Negeri

Mata Uang Iran Turun ke Rekor Terendah, 1 Dolar AS Anjlok Jadi 273.000 Riyal

Mata uang Riyal Iran jatuh ke rekor terendah terhadap dolar AS di pasar tidak resmi pada Minggu (20/9/2020).

Editor: M Nur Pakar
AFP/ATTA KENARE
Seorang pria, mengenakan masker pelindung berjalan melewati toko-toko di alun-alun Valiasr di ibu kota Iran, Teheran, Minggu (20/9/2020). 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Mata uang Riyal Iran jatuh ke rekor terendah terhadap dolar AS di pasar tidak resmi pada Minggu (20/9/2020).

Sehari setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyatakan semua sanksi PBB terhadap Teheran tetap
diberlakukan, seperti dilansir Reuters,

Dolar ditawarkan sebanyak 273.000 riyal, naik dari 267.800 riyal pada Sabtu (19/9/2020), menurut situs valuta asing
Bonbast.com, yang melacak pasar tidak resmi.

Iran telah menolak langkah AS sebagai tidak sah dan ilegal.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada Dewan Keamanan ia tidak dapat mengambil tindakan
apapun atas deklarasi AS.

Dia beralasna tampaknya tidak akan ada kepastian tentang masalah tersebut.

Tiga pihak Eropa dalam kesepakatan nuklir - Prancis, Inggris dan Jerman - mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa:

"Setiap keputusan atau tindakan yang diambil untuk memberlakukan kembali sanksi PBB tidak akan memiliki efek hukum."

Karena Washington menggunakan mekanisme yang disepakati berdasarkan kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan
kekuatan dunia, yang dihentikan Amerika Serikat pada 2018.

Iran Sebut AS Terisolasi, Kekuatan Dunia Lainnya Abaikan Sanksi Bersama Pencabutan Embargo Senjata

Penyelundup Senjata ke Houthi Ditangkap, Mengaku Menerima Perintah dari Iran

Pengacara Wanita Iran Dilarikan dari Penjara ke Rumah Sakit, Seusai Mogok Makan 40 Hari

Kementerian luar negeri Iran menggambarkan upaya Washington sia-sia.

Dia menambahkan pendekatan AS merupakan ancaman utama bagi perdamaian dan keamanan internasional dan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi PBB dan Dewan Keamanan PBB.

Washington telah secara sepihak memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran sejak 2018.

Dikombinasikan dengan penurunan harga minyak telah melumpuhkan ekonomi di Iran.

Teheran juga memiliki korban tewas Covid-19 tertinggi di Timur Tengah dengan 24.301 kematian.

Riyal Iran telah kehilangan sekitar 49% nilainya pada tahun 2020 ini.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved