Breaking News:

Salam

Peringatan Serius Bagi Pejabat Pelayan Publik  

Pendopo atau kediaman dinas Bupati Aceh Barat, ditutup untuk umum selama dua pekan ke depan setelah bupati Ramli MS dinyatakan positif

Foto kiriman Amril Nuthihar
Petugas kesehatan melakukan rapid test terhadap Bupati Aceh Barat Ramli MS yang berlangsung di Pendopo Bupati di Meulaboh, Jumat (18/9/2020). 

Pendopo atau kediaman dinas Bupati Aceh Barat, ditutup untuk umum selama dua pekan ke depan setelah bupati Ramli MS dinyatakan positif terinfeksi Covid‑19. Selama sang bupati menjalani isolasi mandiri di kediaman dinasnya itu, hanya petugas medis yang diizinkan masuk pendopo. Menurut informasi, selain Ramli MS ada staf pendopo juga terindikasi Corona, sedangkan Ny Evi Juanda (istri Ramli MS) tidak menunjukkan tanda reaktif berdasarkan hasil rapid test.

Sehubungan dengan itu, Bupati Ramli MS meminta para Kepala SKPA, unsur Forkopimda, para pejabat, dan pihak lain yang pernah kontak erat dengannya dalam beberapa hari terakhir supaya segera melakukan test swab sebelum terlambat. Ia juga minta masyarakat mematuhi protokol kesehatan mengingat jumlah warga yang terpapar Corona terus bertambah. Hingga dua hari lalu, jumlah warga Aceh Barat yang positif Covid‑19 termasuk Bupati Ramli MS sudah mencapai 65 orang.

Ramli MS merupakan bupati kedua di Aceh yang terpapar Covid-19. Sebelumnya ada Bupati Singkil yang juga terkonfirmasi positif Corona dan harus menjalani isolasi mendiri selama dua pekan dan kemudian dinyatakan sembuh. Ada juga Wakil Wali Kota Banda Aceh, Wakil Bupati Pidie, dan sejumlah pejabat penting di tingkat kabupaten/kota juga sempat terinfeksi virus Corona. Beberapa di antaranya malah meninggal dunia.

Di daerah lain, menurut catatan sementara, ada lima kepala daerah dilaporkan meninggal dunia akibat Covid‑19. Kelimanya yaitu Bupati Sidoarjo (Nur Ahmad Syaifudin), Wakil Bupati Way Kanan (Edward Antony), Wali Kota Banjar Baru (Nadjmi Adhani), Wali Kota Tanjung Pinang (Syahrul), dan Bupati Morowali Utara (Aptripel Tumimomor).

Di Pusat, para pejabat penting yang sempat terpapar Corona antara lain Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo,  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Syamsuddin Haris, dan sejumlah orang penting lainnya.

Banyaknya kasus pejabat publik dan pemerintahan yang terpapar dan meninggal akibat Covid‑19 mengindikasilan birokrasi Indonesia belum siap menghadapi situasi pandemi seperti sekarang ini. Anggota Tim Ahli Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada, Agus Heruanto Hadna menilai, sistem birokrasi yang berjalan saat ini masih dijalankan dengan pendekatan lama yang tidak sesuai dengan kondisi pandemi.

Pendekatan lama yang dimaksud yaitu masih banyaknya individu di kalangan pemerintahan yang enggan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di instansi masing‑masing. "Sebagai pejabat yang melayani publik atau masyarakat, intensitas bertemu orang sangat tinggi dan karena itu mereka rentan tertular. Untuk mengatasinya, harus ada perubahan sistem tata laksana pelayanan publik."

Jika kondisi ini terus dibiarkan, ia khawatir banyak pelayanan publik yang seharusnya diberikan kepada masyarakat justru tertunda. Pemerintah juga perlu menitikberatkan penanganan pandemi melalui pendekatan kesehatan, bukan ekonomi. Hal itu, selain untuk menghindari ketidakjelasan, juga meminimalsir sikap pejabat publik maupun penyelenggara negara yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan. "Belajar dari kesalahan, pemerintah harus tegas memihak pada kesehatan. Keselamatan rakyat nomor satu."

Catatan penting bagi kita semua adalah, bahwa wabah Corona yang masuk ke Aceh sejak Maret lalu, hingga kini menunjukkan data penularan yang sangat menakutkan. Akhir pekan  lalu saja, dalam sehari ada 175 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Dan, hingga kini, belum ada vaksin yang secara efektif bisa membunuh virus asal China itu. Berkali-kali sudah kita ingatkan bahwa satusatunya langkah pencegahan Covid-19 yang paling feketif sekarang adalah mematuhi protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan pakai sabun jika harus beraktivitas di luar rumah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved