Senin, 20 April 2026

Ingin Gulingkan PM Muhyiddin Yassin, Anwar Ibrahim Bakal Jadi Perdana Menteri Baru Malaysia?

Drama politik Malaysia memasuki babak terbaru setelah muncul rumor Rabu pagi ini (23/9/2020)

Editor: Faisal Zamzami
Reuters
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR – Drama politik Malaysia memasuki babak terbaru setelah muncul rumor Rabu pagi ini (23/9/2020) bahwa pemimpin oposisi Anwar Ibrahim telah memiliki mayoritas untuk menjadi Perdana Menteri baru Malaysia.

Malaysia Kini yang pertama sekali melaporkan isu ini menyebut salah satu sumber yang dekat dengan Anwar mengatakan benar bahwa Anwar telah berhasil mengumpulkan jumlah parlementarian yang cukup.

Diperlukan minimal 112 kursi untuk membentuk pemerintahan di Malaysia.

Koalisi berkuasa Perikatan Nasional pimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin memiliki mayoritas sangat tipis 113 kursi.

Koalisi oposisi Pakatan Harapan yang terdiri dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Anwar, Partai Aksi Demokratik (DAP) dan Partai Amanah memiliki 91 kursi.

Jika ditambah dengan Partai Pejuang pimpinan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, Partai Warisan yang berkuasa di negara bagian Sabah pimpinan Menteri Besar Shafie Apdal, dan Aliansi Demokratik Bersatu Malaysia (MUDA) pimpinan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Syed Saddiq, total kursi oposisi adalah 109 kursi.

Anwar dijadwalkan akan menyampaikan konferensi pers di Hotel Le Meridien, Kuala Lumpur, pada pukul 12 siang waktu setempat.

Sumber lain menurut Harian Berbahasa Mandarin Sin Chew Daily menyebut Anwar telah mengamankan dukungan 123 dari 222 parlementarian di Dewan Rakyat.

Dukungan terkrusial yang berhasil diamankan oleh Presiden Partai Keadilan Rakyat itu adalah dari koalisi Gabungan Partai Sarawak (GPS) yang merupakan kingmaker.

GPS mengontrol 18 kursi parlemen.

Disebutkan juga bahwa Anwar berhasil merayu sejumlah parlementarian dari Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) untuk mengubah haluan politik mereka.

Anwar dilaporkan akan segera menjumpai Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah untuk menginformasikan perkembangan politik ini sekaligus meminta mandat untuk membentuk pemerintahan baru.

Belum diketahui komposisi jelas dari Koalisi Pakatan Harapan jika memang benar kembali ke pucuk kekuasaan, 7 bulan, setelah kolaps pada akhir Februari lalu.

Tidak diketahui apakah Mahathir Mohamad, Shafie dan Syed Saddiq akan bergabung dalam pemerintahan baru ini.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin sendiri dijadwalkan juga akan menyampaikan pidato khusus pada pukul 14.30 waktu setempat.

8 Fakta Anggota DPRD Jadi Bandar Narkoba, Pasok Sabu dan Ekstasi dari Aceh, Jaringan PO Bus Pelangi

Terjaring Razia Masker, 78 Warga Bireuen Diingatkan Tim Satgas Covid-19 dan Teken Surat Perjanjian

Anwar Ibrahim Tak Menggantikannya, Ini Jawaban Mahathir

 Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menjawab tudingan dia sangat senang karena Anwar Ibrahim tak menggantikannya.

Tudingan itu disampaikan Muhammad Zahid Md Arip, mantan sekutunya yang kini beralih ke pemerintahan koalisi Perikatan Nasional.

Dalam pernyataannya di Dewan Negara (Parlemen Malaysia), Zahid mengklaim Mahathir sangat senang dengan " Langkah Sheraton".

Pernyataan itu merujuk kepada pertemuan rahasia sejumlah politisi Pakatan Harapan dengan oposisi di Hotel Sheraton pada Februari. Pertemuan itu berimbas kepada krisis politik "Negeri Jiran", karena Mahathir Mohamad kemudian mengundurkan diri dan pemerintahan Pakatan pun kolaps.

Sebagai gantinya, Muhyiddin Yassin yang merupakan Presiden Partai Bersatu, partai Mahathir, naik menjadi PM Malaysia bersama Perikatan Nasional.

"Beliau tentu adalah orang yang paling senang atas gerakan itu, namun tak mampu menyuarakannya terang-terangan," kata Zahid dalam sidang parlemen.

Dia menuturkan, dua agendanya yang berakibat pada kejatuhan koalisi pemerintah saat itu, Pakatan Harapan, mulus lewat Langkah Sheraton.

"Dia tak ingin Anwar (Ibrahim) menggantikan dirinya. Dia juga ingin menyingkirkan DAP (Partai Aksi Demokratik). Keduanya sukses," kata dia.

Dalam wawancara dengan Malaysiakini dikutip Malay Mail Kamis (10/9/2020), politis berjuluk Dr M itu memberikan jawaban keras.

"Zahid ini adalah pembohong besar. Tukang bohong paling ulung dalam sejarah Malaysia," jelas mantan PM berusia 95 tahun itu.

Dia menegaskan si mantan sekutu adalah sosok yang awalnya mendukung Anwar Ibrahim, sebelum kemudian berbalik menentangnya.

Zahid kemudian diklaim mengalihkan dukungan kepada Dr M.

Tetapi, dia tiba-tiba berubah haluan demi mendapatkan keuntungan pribadinya.

Mantan PM yang dijuluki Bapak Pembangunan "Negeri Jiran" tersebut menyatakan, Zahid memfitnahnya karena dia dulu menolak membantunya, tanpa menyertakan masalah apa yang dihadapi.

Mahathir Mohamad melanjutkan, dia tahu bahwa dia pasti akan disudutkan dengan klaim bahwa dia berniat menjatuhkan Anwar dan DAP.

Dia menegaskan tidak mempunyai masalah dengan DAP.

Sementara untuk Anwar yang notabene pernah menjadi musuhnya, dia juga mengaku tak punya masalah.

"Anwar mungkin yang punya masalah. Tapi saya tidak. Saya tentu tak bisa menikam rakyat yang sudah memilih Pakatan dan menjadikan saya PM," kata dia.

Ditinggal Ibu dan Diusir Ayah Tiri, 4 Kakak Beradik Hidup Terlantar dan Ditemukan saat Kelaparan

Inilah Hukum Paling Ketat di Dunia, Lese-majeste: Raja Thailand Tak Boleh Dikritik

Warga Wuhan Hura-hura Pesta Clubbing Sudah Bebas dari Covid-19, Hotman Paris: Kita Gimana?

Pasca Banjir Bandang, Bupati Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 7 Hari

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gulingkan Muhyiddin, Anwar Ibrahim akan Jadi Perdana Menteri Baru Malaysia?",

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved