Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Pengadilan Militer Banda Aceh Jatuhi Hukuman Penjara 3 Bulan untuk Anggota TNI AD, Ini Kesalahannya

Pengadilan Militer (Dilmil) I-01 Banda Aceh menjatuhkan hukuman penjara 3 bulan kepada terdakwa oknum TNI AD, inisial Serda M

Penulis: Misran Asri | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Pengadilan Militer I-01 Banda Aceh dalam pelaksanaan persidangan di Pengadilan Negeri Kelas I B Lhokseumawe, menghadirkan saksi dari BKSDA Aceh, drh Taing Lubis, MM, yang menjadi saksi dalam persidangan. Oknum TNI AD, inisial Serda M, anggota Babinsa Koramil 05/Pining, Kodim 0113/Galus terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengangkut satwa dilindungi dalam keadaan hidup yang dilakukan secara bersama-sama 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pengadilan Militer (Dilmil) I-01 Banda Aceh menjatuhkan hukuman penjara 3 bulan kepada terdakwa oknum TNI AD, inisial Serda M, anggota Babinsa Koramil 05/Pining, Kodim 0113/Galus.

Pasalnya, Serda M, terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengangkut satwa dilindungi dalam keadaan hidup yang dilakukan secara bersama-sama.

Demikian penjelasan Letkol Chk Setyanto Hutomo, SH, sebagai hakim ketua yang memimpin persidangan tersebut.

BREAKING NEWS - Jumlah Kasus Positif Corona di Aceh Singkil Meledak

Pengadilan Militer I-01 Banda Aceh yang bersidang di Pengadilan Negeri Kelas I B Lhokseumawe dan memulai sidang sejak Senin sampai Rabu (21-23/9/2020).

Memutuskan Serda M, bersalah dan didakwa melanggar Pasal 21 Ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Persidangan itu dipimpin Letkol Chk Setyanto Hutomo, SH, sebagai Hakim Ketua serta Letkol Chk Rizky Gunturida, SH, MH., dan Mayor Chk Gatot, SH, MH. sebagai Hakim Anggota.

Kemudian Oditur Militer Mayor Chk Zarkasih, SH., serta Penasehat Hukum dari Kumrem 011/LW Mayor Chk Agus Tanu Harahap, S.H.

Gara-gara Ular Piton, Jalanan Macet Parah Hingga Polisi Tutup Akses Jalan

Pada sidang percepatan di Wilayah Korem 011/LW, Oditur Militer ikut menghadirkan beberapa saksi, salah di antaranya merupakan saksi dari Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Madya BKSDA Aceh , drh Taing Lubis, MM.

Dalam penjelasannya, drh Taing Lubis menerangkan bahwa hewan, yakni berupa satu ekor anak orang utan, umur 3 tahun, jenis kelamin jantan yang dibawa oleh terdakwa Serda M bersama rekannya dari Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Gayo Lues merupakan hewan langka di Provinsi Aceh, yang wajib dilindungi oleh seluruh masyarakat Aceh termasuk oleh Terdakwa sebagai Prajurit TNI AD.

"Hewan tersebut merupakan hewan yang dilindugi negara yang sudah langka keberadaannya di Aceh serta bagian warisan dunia yang wajib diserahkan kepada BKSDA Aceh untuk dipelihara serta dirawat. Bukan untuk dipelihara perseorangan," pungkas drh Taing Lubis, MM.(*)

Baju Melorot di Tempat Keramaian, Balita Langsung Tutupi Bahu Ibunya, Tindakannya Tuai Pujian

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved