Kamis, 30 April 2026

Berita Luar Negeri

Suhu Politik Malaysia Memanas, Politikus: Jalan Terbaik Adalah Bubarkan Parlemen

Membubarkan Parlemen untuk memberi jalan baru pada Pemilihan Umum ke-15, adalah cara terbaik untuk menyelesaikan kisruh politik di Malaysia.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD HADI
Kantor Perdana Menteri Malaysia di Putra Jaya. Putrajaya adalah pusat administrasi Malaysia yang menggantikan posisi Kuala Lumpur. Didirikan pada 19 Oktober 1995, namanya diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia yang pertama, Tunku Abdul Rahman Putra. Foto direkam, Selasa (4/2/2020) 

SERAMBINEWS.COM - Membubarkan Parlemen untuk memberi jalan baru pada Pemilihan Umum ke-15, adalah cara terbaik untuk menyelesaikan kisruh politik di Malaysia.

Melansir dari Malaysia Kini, Rabu, (23/9/2020), Anggota Dewan Agung Partai Umno, Tajuddin Abdul Rahman, mengatakan itu adalah langkah terbaik daripada membiarkan aksi panas dari partai yang berujung pada kekacauan negara.

“(PM) Muhyiddin Yassin punya pilihan, dia bisa membubarkan Dewan Rakyat dan pilihan yang terbaik adalah mengadakan Pemilu, lalu membiarkan rakyat menentukan siapa yang bisa mendapat amanah”.

“Ini sudah menjadi politik caca marba. Bubarkan saja Parlemen, dan berikan untuk rakyat sehingga rakyat yang akan menentukan,” ujarnya.

BREAKING NEWS - Jumlah Kasus Positif Corona di Aceh Singkil Meledak

"Mereka yang melompat (partai) tentu mendapat ganjaran, wakil rakyat bisa diperjualbelikan dengan uang dan politik macam apa yang kita miliki.

Kami ingin wakil rakyat terpilih yang bekerja, kredibel dan memiliki integritas," katanya.

Tajuddin menjawab demikian, ketika ditanya tentang perkembangan politik saat ini.

Di mana pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim mengaku memiliki mayoritas untuk membentuk pemerintahan baru.

Muhyiddin Yassin Tegaskan Masih PM Malaysia yang Sah, Minta Anwar Ibrahim Membuktikan Klaimnya

Hal itu disampaikan Anwar dalam jumpa pers di Hotel Le Meridien Kuala Lumpur, Rabu (23/9/2020) siang tadi.

Ia juga sedang beraudiensi dengan Raja Malaysia untuk mengangkatnya secara resmi sebagai perdana menteri baru.

Anwar cuma membutuhkan persetujuan raja untuk menggantikan posisi Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri saat ini.

Mengutip dari Reuters, dalam koferensi persnya hari ini, Anwar mengatakan bahwa dia didukung dari anggota parlemen, yang berarti Muhyiddin akan lengser sebagai PM.

“Kami memiliki mayoritas yang kuat dan tangguh. Saya tidak berbicara tentang empat, lima, enam (kursi), saya berbicara tentang lebih dari itu, "kata Anwar.

Baju Melorot di Tempat Keramaian, Balita Langsung Tutupi Bahu Ibunya, Tindakannya Tuai Pujian

Namun, ia enggan memberikan jumlah angka apa pun, tetapi ia mengatakan itu mendekati dua pertiga dari 222 kursi anggota parlemen.

“Kami membutuhkan pemerintahan yang stabil dan kuat untuk menjalankan negara dan menyelamatkan negara,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved