Luar Negeri
Berani Melawan Tradisi, Mahasiswi Ini Kobarkan Demonstrasi Menentang Raja Thailand
"Saya memutuskan untuk berbicara karena kalau kita tidak berani mengatakannya, perubahan tidak akan terjadi," katanya
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
Menurut Panusaya, dalam hitungan jam sesudah membacakan 10 tuntutan, dia kemudian diikuti oleh polisi berpakaian preman.
"Mereka memantau saya dari luar asrama, dan kadang mengikuti saya dengan mobil ketika saya keluar," katanya.
"Mereka menghilang sebentar, tetapi kembali lagi beberapa hari lalu," jelasnya
Mendengar hal itu, warga Thailand terkejut dengan tuntutan radikal para pengunjuk rasa
Wanita pemberani ini mengatakan bahwa, orang tuanya takut dan khawatir akan keselamatannya.
"Mereka (orangtua) mengatakan bahwa kalau gerakan ini menentang pemerintah boleh-boleh saja, tetapi meminta saya tidak berbicara menentang kerajaan," katanya.
"Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak bisa melakukan hal tersebut, karena itulah akar permasalahannya, dan kalau kita tidak menyelesaikan masalah monarki, tidak bisa menyelesaikan masalah lain. Saya harus menyebutnya," terangnya.
• Muslim Empat Provinsi di Thailand Merindukan Perdamaian dan Kebebasan
Beberapa orang yang lebih tua mendukung gerakan mahasiswa ini, kata Kanokrat Lertchoosakul dosen ilmu politik dari Chulalongkorn University di Bangkok.
Yang lain mengatakan 'terkejut" bahwa para mahasiswa berani meminta bahwa institusi yang sakral, tidak bisa disentuh dan penuh dicintai ini harus melakukan reformasi.
"Tuntutan ini merupakan tuntutan paling radikal dalam sejarah politik Thailand," kata Lertchoosakul.
"Generasi yang lebih tua tidak berani berbicara mengenai apa yang mereka pikirkan. Apakah kita suka atau benci mengenai sesuatu, kami hanya menyimpan di dalam hati. Inilah ajaran yang kami terima dari kecil," jelasnya.
Semua orang menunggu langkah Raja
Sementara para pengunjuk rasa yang bersiap-siap ditahan menurut hukum di negeri itu, PM Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan Raja tidak memerintahkan agar ada penahanan.
Polisi mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menindak para pemimpin demo yang berlangsung 19 September 2020.
Namun sampai sekarang belum melakukan dan tidak mengatakan pasal apa yang dilanggar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tak-ada-warga-yang-berani-menentang-raja-thailand-kecuali-sosok-perempuan-ini-meminta-reformasi.jpg)