Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Selatan

Dua Tahun Bersandar, Kapal Ocean Ship 2 Nyaris Tenggelam di Dermaga Tapaktuan

Kapal Motor Ocean Ship 2 yang dikelola PT Pelayaran Kartika Samudera Indah (KSI) beralamat Sibolga, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) nyaris tenggelam

Tayang:
Penulis: Taufik Zass | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Kondisi Ocean Ship 2 saat dilakukan pembuangan air, Jumat (25/09/2020). 

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

 

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Kapal Motor Ocean Ship 2 yang dikelola PT Pelayaran Kartika Samudera Indah (KSI) beralamat Sibolga, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) nyaris tenggelam di Pelabuhan Tapaktuan, Jumat (25/9/2020). 

Pasalnya, kapal pengangkut semen kantongan bertonase 675 Gross Ton (GT) yang  bersandar di Dermaga Unit Pengelola Pelabuhan (UPP) Kelas III Tapaktuan, kondisinya sudah miring.

Kemiringan ini sudah terlihat dalam seminggu terakhir, namun gelombang pasang yang terjadi pada dalam seminggu terakhir ini semakin memperparah kemiringan kapal.

“Diduga terjadi kebocoran pada lambung kapal, akibat benturan dengan bangunan dermaga saat dihantam ombak,” kata Amin Hasibuan petugas pelabuhan setempat.

Amin membenarkan, Ocean Ship 2 sudah lama bersandar di Pelabuhan Tapaktuan, sejak terakhir kali melakukan bongkar muat pada akhir November 2018 lalu dan tidak mengetahui pasti penyebab kapal tersebut tidak lagi berlayar.

 “Sesuai  jadwal, kapal tersebut harus naik dok di daerah terdekat untuk menjalani perawatan, yakni di Banda Aceh,” terang Amin.

Menyangkut biaya sandar, jawab Amin, perusahaan pengelola Ocean Ship 2 yang beralamat di Jalan Sisinga Mangaraja 475, Kelurahan Aek Habil, Sibolga, itu harus membayar jasa tambat sesuai aturan yakni sebesar Rp 38 per GT per hari atau Rp 26.650 per hari terhitung November 2018 hingga dilayarkan kembali.

Dalam musibah ini, pihak PT Pelayaran KSI berupaya mengembalikan posisi kapal, ditandai dengan adanya pembuangan air dari kapal oleh personel pemadam kebakaran dibantu KPLP setempat.

“Kita lakukan pembuangan air terlebih dahulu untuk mengembalikan posisi kapal dan selanjut melihat tingkat kebocoran untuk diperbaiki dan selanjutnya jika dimungkinkan, kapal tersebut akan dilayarkankan untuk naik dok,” kata F Lubis asal Secanang Belawan, Medan- Sumatera Utara utusan perusahaan yang berada di lokasi mengawasi jalannya pembuangan air.(*)

Basarnas Berencana Bentuk Unit Siaga SAR di Aceh Tengah

Lima Hari Jelang Liga 1 2020 Bergulir, Polri Diminta Tidak Terbitkan Izin untuk Kompetisi

UNICEF Bantu 33 Alat Disinfeksi dan 1.000 Hygiene Kits untuk Pemerintah Aceh Tangani Covid-19

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved