Breaking News

Berita Luar Negeri

Kisah Pria Beli Ambulans Untuk Tolong Orang Miskin, Berawal dari Kejadian Menyedihkan Ini

Ia menelpon dengan panik ke semua rumah sakit yang menyediakan ambulans untuk neneknya yang berusia 95 tahun, karena mengeluh sakit dada.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
India Times
Ilustrasi Ambulans India 

SERAMBINEWS.COM - Seorang penduduk Desa Chunakkara, distrik Alapuzha, Kerala, India, menghabiskan waktu setengah hari untuk memanggil ambulans rumah sakit.

Ia menelpon dengan panik ke semua rumah sakit yang menyediakan ambulans untuk neneknya yang berusia 95 tahun, karena mengeluh sakit dada.

Melansir dari Gulf News, Jumat (25/9/2020), pria yang bernama Shiju Shaij, berusaha menghubungi beberapa rumah sakit dan penyedia ambulans, namun dia tidak mendapatkan layanan ambulans.

Sopir Ambulans Perkosa Gadis Positif Corona Saat Menuju Rumah Sakit, Korban Dibawa ke Tempat Sepi

Akhirnya, Shaij membawa neneknya ke rumah sakit dengan mobil, tetapi sudah terlambat, dan neneknya itu meninggal dunia dalam perjalanan.

Setelah kepulangan neneknya, Shaij merasa bahwa orang lain tidak harus melalui seperti apa yang dia dan keluarganya alami.

Lantas, dia membeli ambulans dan memutuskan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Sopir Ambulans Perkosa Gadis Positif Corona Saat Menuju Rumah Sakit, Korban Dibawa ke Tempat Sepi

Viral Video Mobil Ambulans Mengantre Masuk Rumah Sakit Darurat Covid-19, Bukti Corona Mengganas?

Berbicara kepada media lokal, Shaij mengatakan bahwa dia bermaksud memberikan layanan gratis kepada warga yang tidak mampu secara ekonomi.

Kekurangan ambulans telah menjadi masalah lama di India, terutama di daerah pedesaan, dan pandemi Covid-19 yang telah memperburuk situasi.

Telah ditemukan banyak cerita, di mana pasien, termasuk mereka yang berada dalam kondisi kritis harus menunggu berjam-jam agar ambulans membawa mereka ke rumah sakit.

Sementara beberapa pasien masih berhasil tiba dan ditolong oleh rumah sakit.

Kisah Muslim Rohingya, Manusia Tanpa Warga Negara yang Kerap Mendapat Perlakuan Buruk

Namun, kebanyakan dari yang lainnya harus kehilangan nyawa, karena menunggu ambulans.

Meskipun beberapa wilayah di negara itu menambah armada mereka untuk memenuhi permintaan karena Covid-19, namun itu tetap gagal.

Banyak juga pengemudi ambulans yang terpaksa bekerja lebih dari 12 jam sehari karena tingginya jumlah pasien.

Lolos Akmil 2020, Ini Profil Oki Pratama Kombih, Anak Sopir Mobil Ambulans asal Kota Subulussalam

Biasa Dilakukan Pria, Kini Wanita Ditunjuk Menjadi Sopir Ambulans Demi Kesetaraan Gender

Mobil Pribadi Halangi Laju Ambulans, Anak Kecil Pecah Pembuluh Darah Akhirnya Meninggal Dunia

Hampir 100 ambulans milik pemrintah digunakan di kota itu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved