Breaking News:

Berita Luar Negeri

Tak Perlu Suntik, Australia Akan Uji Coba pada Manusia Vaksin Covid-19 Berbasis DNA

Vaksin berbasis gen itu yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Australia, Technovalia, terbukti aman dalam uji praklinis.

Shutterstock
Ilustrasi vaksin corona (Shutterstock) 

SERAMBINEWS.COM, SYDNEY - Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas Sydney akan mulai menguji vaksin Covid-19 berbasis DNA pada warga Australia yang sehat, menurut universitas tersebut.

Vaksin berbasis gen itu, yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Australia, Technovalia, dan mitra vaksin internasional mereka, BioNet, telah terbukti aman dan efektif dalam studi praklinis.

Dengan dukungan dari pemerintah Australia, Lektor Kepala Nicholas Wood dari Universitas Sydney akan memimpin evaluasi klinis kandidat vaksin tersebut pada manusia untuk kali pertama.

"Uji coba tahap 1 ini akan menjadi uji coba vaksin Covid berbasis DNA pertama di Australia," papar Wood.

Jangan Tunggu yang Belum Pasti, Ahli Epidemiologi Sebut Masker adalah Vaksin Terbaik

Berawal dari Kebocoran Gas di Pabrik Vaksin Hewan, Wabah Bakteri Menginfeksi 3000 Orang di China

Raja Salman Perkuat Hubungan dengan Rusia, Kemitraan Minyak dan Vaksin Virus Corona

Uji coba tersebut akan melibatkan hingga 150 peserta sehat berusia 18 hingga 75 tahun di New South Wales, Australia Selatan, dan Australia Barat untuk menilai keamanan, reaktogenisitas, dan imunogenisitas dari berbagai dosis vaksin.

"Jika uji cobanya menunjukkan vaksin tersebut aman, maka uji coba tahap 2 yang lebih besar akan direncanakan," kata Wood.

Berbeda dari banyak vaksin lainnya, vaksin berbasis DNA akan diberikan melalui sistem tanpa jarum.

China Pamerkan Vaksin Covid-19 untuk Pertama Kalinya di Pameran Perdagangan Beijing

Beli Vaksin Covid-19, Indonesia Sudah Siapkan DP Sebesar Rp 3,3 Triliun, Total Rp 37 Triliun

Waduh, Kekebalan Setelah Divaksin Hanya Bertahan 6 Bulan, Vaksinasi Massal Covid-19 Harus Serempak

"Pemberian (vaksin) melalui perangkat tanpa jarum yang menembus kulit dengan semprotan," tutur Wood.

"Ini dirancang untuk memastikan vaksin DNA masuk ke dalam sel guna mendorong penyerapan yang baik oleh sistem kekebalan tubuh."

Wood memperkirakan uji coba itu akan dimulai secara resmi pada November mendatang.(xinhua)

Editor: Said Kamaruzzaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved