Rabu, 22 April 2026

Negara Arab Kutuk Hamas dan Serukan Pelucutan Senjata, Perancis Terkejut

Negara-negara Arab menyerukan pelucutan senjata terhadap Hamas dan diakhirinya kekuasaannya atas Jalur Gaza.

Editor: Yocerizal
SCREENSHOT YOUTUBE SERAMBINEWS
KUTUK HAMAS - Negara-negara Arab, Selasa (29/7/2025), mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan mengutuk Hamas dan menyerukan pelucutan senjata. 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah pernyataan mengejutkan dikeluarkan oleh negara-negara Arab terkait dengan konflik Israel-Gaza di Palestina.

Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Liga Arab Senin (28/7/2025), mengeluarkan pernyataan bersama di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mereka menyerukan pelucutan senjata terhadap Hamas dan diakhirinya kekuasaannya atas Jalur Gaza.

Diberitakan Iran International, Rabu (30/7/2025), pernyataan itu dikeluarkan dalam konferensi yang bertujuan mewujudkan solusi dua negara untuk mengatasi konflik Israel-Palestina.

Pernyataan itu dituangkan dalam naskah tertulis setebal 7 halaman, dan telah mendapat dukungan dari 17 negara, beserta lembaga-lembaga internasional. 

"Dalam rangka mengakhiri perang di Gaza, Hamas harus mengakhiri kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan persenjataannya kepada Otoritas Palestina, dengan partisipasi dan dukungan internasional, dan sejalan dengan tujuan mendirikan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat," bunyi pernyataan tersebut.

Negara-negara Arab dalam pernyataannya juga mengutuk serangan mematikan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang menyebabkan dimulainya perang.

Baca juga: Wahyu Widada, dari Kapolda Aceh Kini jadi Calon Kuat Wakapolri

Baca juga: OJK Dukung Pembentukan Lembaga Penjaminan Pembiayaan Daerah Syariah di Aceh, Ini Tujuannya

Prancis Terkejut

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrow, menggambarkan pernyataan tersebut sebagai sebuah pernyataan bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya.

"Untuk pertama kalinya, negara-negara Arab tidak hanya mengutuk Hamas dan peristiwa 7 Oktober, tetapi juga menyerukan perlucutan senjata dan pengucilannya dari struktur pemerintahan Palestina,"

"Dan telah menyatakan keinginan mereka untuk menormalisasi hubungan dengan Israel," kata Jean-Noël Barrow.

Dokumen pernyataan negara-negara Arab itu juga ditandatangani oleh negara-negara Barat, termasuk Prancis, Inggris, dan Kanada. 

Mereka mengusulkan pengerahan pasukan internasional untuk menstabilkan Gaza setelah berakhirnya pertempuran.

Arab Saudi dan Prancis membuka konferensi tiga hari di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (28/7/2025).

Konferensi itu bertujuan mendorong pengakuan resmi terhadap kenegaraan Palestina. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya penyelesaian damai terhadap perang berkepanjangan di Jalur Gaza.

Konferensi digelar hanya beberapa hari setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Paris akan secara resmi mengakui Negara Palestina pada bulan September mendatang.

Baca juga: Kata Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Gagal Juara Keok dari Vietnam

Baca juga: Korban Dugaan Pembunuhan di Johan Pahlawan Meulaboh Warga Banda Aceh

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved