Berita Aceh Singkil

Warung Penjual Lompong Sagu, jadi Buruan Pejabat Bernostalgia Makanan Khas Singkil

"Saya rindu menikmati lompong sagu. Begitu mendengar dari kawan ada warung yang menyediakan, langsung kemari," kata Safriadi anggota DPRK Aceh Singkil

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Safriadi alias Oyon anggota DPRK Aceh Singkil, menikmati lompong sagu di warung Sinanggel 580 di kawasan Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kamis (24/9/2020) malam. 

"Saya rindu menikmati lompong sagu. Begitu mendengar dari kawan ada warung yang menyediakan, langsung kemari," kata Safriadi anggota DPRK Aceh Singkil, sambil menikmati lompong sagu di warung Sinanggel, Kamis (24/9/2020) malam.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Makanan yang dijual boleh saja hanya lompong sagu.

Berupa tepung sagu dicampur pisang, dibungkus daun, dan dimasak dengan cara dipanggang.

Tetapi, jika disajikan dengan baik serta lokasi menikmatinya menarik, makanan kesukaan para raja Singkil, itu menjadi buruan pejabat Aceh Singkil.

Para pejabat datang, untuk bernostalgia dengan makan khas Aceh Singkil tersebut.

Itulah yang dilakukan Wanhar Lingga, kaum milenial yang membuka warung jualan makanan khas Aceh Singkil.

Seperti lompong sagu.

Proses pemanggangan lompong sagu yang merupakan makanan khas Aceh Singkil.
Proses pemanggangan lompong sagu yang merupakan makanan khas Aceh Singkil. (DOK WANHAR)

Ada Taman Ganja di Negara Ini, Jadi Surga Bagi Para Perokok dan Tak akan Ditangkap

Warung yang diberi nama Sinanggel 580 di kawasan Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, itu setiap malam selalu kedatangan pejabat Aceh Singkil.

Pejabat datang untuk menikmati lompong sagu.

"Saya rindu menikmati lompong sagu. Begitu mendengar dari kawan ada warung yang menyediakan, langsung kemari," kata Safriadi anggota DPRK Aceh Singkil, sambil menikmati lompong sagu di warung Sinanggel, Kamis (24/9/2020) malam.

Oyon_ sapaan akrab mantan Bupati Aceh Singkil tersebut, menyatakan rasa lompong sagu yang dijual di warung Sinanggel, mampu mempertahankan cita rasa tradisional.

"Rasanya enak dan mempunyai ciri khas tersendiri," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat terus melestarikan makanan tradisional, agar tak lekang tergerus zaman.

Safriadi memberikan apresiasi kepada Wanhar Lingga, anak muda yang telah berjualan lompong sagu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved