Jumat, 12 Juni 2026

Luar Negeri

Armenia dan Azerbaijan Perang, Turki Siap Dukung Azerbaijan, Dunia Minta Dihentikan Segera

Dua Musuh bebuyutan Armenia dan Azerbaijan berada di ambang konflik habis-habisan setelah bentrokan mematikan yang merenggut setidaknya 24 nyawa.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Grafis wilayah Armenia dan Azerbaijan dengan masing-masing klaim wilayah separatis Nagorny Karabakh 

Prancis, Jerman, Italia, dan Uni Eropa dengan cepat mendesak gencatan senjata segera, sementara Paus Fransiskus berdoa untuk perdamaian.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan sangat prihatin dan meminta pihak-pihak tersebut untuk berhenti bertempur dan kembali ke pembicaraan.

Relawan dan veteran tentara bersiap menuju medan perang di Nagorny Karabakh dengan berkumpul di Yerevan, Ibu Kota Aerbaijan, Minggu (27/9/2020).
Relawan dan veteran tentara bersiap menuju medan perang di Nagorny Karabakh dengan berkumpul di Yerevan, Ibu Kota Aerbaijan, Minggu (27/9/2020). (AFP/Karen MINASYAN)

Armenia Gempur Azerbaijan, Perebutan Wilayah Separatis Nagorno-Karabakh

Departemen Luar Negeri AS mengatakan telah menghubungi kedua negara dan mendesak mereka untuk menggunakan hubungan komunikasi langsung untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Presiden Rusia Vladimir Putin membahas gejolak militer dengan Pashinyan dan menyerukan diakhirinya permusuhan.

Tetapi sekutu Azerbaijan, Turki, menyalahkan Yerevan atas gejolak tersebut dan menjanjikan Baku dukungan penuhnya.

"Rakyat Turki akan mendukung saudara-saudara Azerbaijan kami dengan segala cara kami seperti biasa," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Twitter.

Presiden Karabakh Harutyunyan mengatakan Turki menyediakan tentara bayaran dan pesawat tempur untuk pertempuran itu, dengan mengatakan perang telah melampaui batas konflik Karabakh-Azerbaijan.

Azerbaijan menuduh pasukan Armenia melanggar gencatan senjata, dengan mengatakan telah melancarkan serangan balasan untuk menjamin keselamatan penduduk, menggunakan tank, rudal artileri, jet tempur, dan pesawat tak berawak.

Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada negara itu Minggu (27/9/2020) pagi, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev bersumpah akan menang atas pasukan Armenia.

"Tujuan kami adil dan kami akan menang," katanya, menggemakan kutipan terkenal dari pidato diktator Soviet Joseph Stalin pada pecahnya Perang Dunia II di Rusia.

"Karabakh adalah Azerbaijan," katanya.

Baik Armenia dan Karabakh mengumumkan darurat militer dan mobilisasi militer.

Azerbaijan memberlakukan aturan militer dan jam malam di kota-kota besar.

Armenia mengatakan Azerbaijan menyerang pemukiman sipil di Nagorny Karabakh termasuk kota utama Stepanakert.

Istri Pashinyan, Anna Hakobyan, mengatakan telah pergi ke rumah sakit di Stepanakert untuk bersama saudara dan saudari Karabakhnya.

Arab Saudi Sumbang Rp 1,48 Triliun ke WHO, Bantu Perang Melawan Pandemi Covid-19

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved