Senin, 20 April 2026

Luar Negeri

Armenia dan Azerbaijan Perang, Turki Siap Dukung Azerbaijan, Dunia Minta Dihentikan Segera

Dua Musuh bebuyutan Armenia dan Azerbaijan berada di ambang konflik habis-habisan setelah bentrokan mematikan yang merenggut setidaknya 24 nyawa.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Grafis wilayah Armenia dan Azerbaijan dengan masing-masing klaim wilayah separatis Nagorny Karabakh 

SERAMBINEWS.COM, BAKU - Dua Musuh bebuyutan Armenia dan Azerbaijan berada di ambang konflik habis-habisan setelah bentrokan mematikan yang merenggut setidaknya 24 nyawa.

Perselisihan teritorial selama puluhan tahun itu telah memicu seruan internasional untuk menghentikan pertempuran.

Bentrokan terburuk sejak 2016 telah menimbulkan momok perang baru antara bekas saingan Soviet Azerbaijan dan Armenia.

Keduanya telah terkunci selama beberapa dekade dalam kebuntuan atas wilayah Nagorny Karabakh yang didukung Armenia, lansir AFP, Senin (28/9/2020).

Sebanyak 17 pejuang separatis Armenia tewas dan lebih dari 100 lainnya cedera dalam pertempuran, kata Presiden Karabakh, Arayik Harutyunyan yang mengakui pasukannya telah kehilangan posisi.

Kedua belah pihak juga melaporkan korban sipil.

Foto dari rekaman video memperlihatkan tank tempur Azerbaijan terbakar saat bentrokan dengan pasukan Armenia di wilayah yang diperebutkan, Nagorno-Karabakh, Minggu (27/9/2020).
Foto dari rekaman video memperlihatkan tank tempur Azerbaijan terbakar saat bentrokan dengan pasukan Armenia di wilayah yang diperebutkan, Nagorno-Karabakh, Minggu (27/9/2020). (AFP /Handout/Armenian Defence Ministry)

Presiden Xi Jinping Balas Donald Trump: Tak Ada Niat Perang Dingin atau Panas dengan Negara Manapun

"Kami lelah dengan ancaman Azerbaijan, kami akan berjuang sampai mati untuk menyelesaikan masalah ini untuk selamanya," kata Artak Bagdasaryan (36) kepada AFP di Yerevan.

Dia menambahkan sedang menunggu untuk wajib militer menjadi tentara.

Separatis Karabakh mengatakan seorang wanita Armenia dan seorang anak tewas.

Sedangkan Baku mengatakan satu keluarga Azerbaijan yang terdiri dari lima orang tewas dalam penembakan yang dilakukan oleh separatis Armenia.

Azerbaijan mengklaim telah merebut gunung strategis di Karabakh yang membantu mengendalikan komunikasi transportasi antara Yerevan dan daerah kantong itu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Artsrun Hovhannisyan mengatakan pasukan pemberontak Karabakh membunuh sekitar 200 tentara Azerbaijan dan menghancurkan 30 unit artileri musuh dan 20 pesawat tak berawak.

Pertempuran antara Azerbaijan Muslim dan mayoritas Kristen Armenia mengancam akan melibatkan pemain regional Moskow dan Ankara.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menyerukan kekuatan global untuk mencegah Turki terlibat dalam konflik.

"Kami berada di ambang perang skala penuh di Kaukasus Selatan," kata Pashinyan memperingatkan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved