Sabtu, 11 April 2026

Update Corona di Indonesia

Kematian karena Corona Masih Tinggi, Presiden Jokowi: Mini Lockdown Lebih Efektif Dibanding PSBB

Ia pun meminta kepada Komite Penanganan Covid-19 bahwa, intervensi yang berbasis lokal ini agar disampaikan kepada masing-masing kepala daerah.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Dok Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo saat melakukan video call dengan Dokter Faisal dari RSPI, Minggu (27/9/2020). 

Ia pun meminta kepada Komite Penanganan Covid-19 bahwa, intervensi yang berbasis lokal ini agar disampaikan kepada masing-masing kepala daerah.

SERAMBINEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memiliki dampak yang merugikan masyarakat.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Terbatas Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (28/9/2020), melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.

Kebijakan pemberlakuan kembali PSBB di DKI Jakarta dinilai tidak efektif dalam pengendalian Covid-19.

Menurutnya, PSBB yang diberlakukan kembali justru merugikan masyarakat dari sisi ekonomi maupun kesehatan.

“Pembatasan berskala mikro, baik itu di tingkat desa, di tingkat kampung, tingkat RW/RT, atau di kantor, di pondok pesantren, saya kira itu lebih efektif,” ujar Jokowi.

Menurut mantan Walikota Solo itu, ‘Mini Lockdown’ yang berulang akan lebih efektif mengendalikan covid-19 di tingkat terendah.

Perawat Ini Video Call dengan Jokowi, Ungkap Pulang Sebulan Sekali karena Sibuk Tangani Pasien Covid

Doni Monardo Mengaku Ditugaskan Presiden Jokowi ke Aceh untuk Bantu Penanganan Covid-19

Jokowi Kabulkan Permintaan Prabowo, Tunjuk Dua Mantan Anggota Tim Mawar Menjabat di Kemenhan

Ia pun meminta kepada Komite Penanganan Covid-19 bahwa, intervensi yang berbasis lokal ini agar disampaikan kepada masing-masing kepala daerah.

“Agar ini (Mini Lockdown) disampaikan kepada provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Jokowi.

Dengan demikian menurut Jokowi, jangan sampai pemangku kebijakan mengeneralisir satu kota atau kabupaten harus diberlakukan PSBB.

“Ini akan merugikan banyak orang,” tegas Jokowi.

Sementara itu, data yang diperoleh oleh Jokowi per 27 September 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia 22,46 persen.

“Ini sedikit lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Saya kira (angka) ini baik,” paparnya.

Kemudian, jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2020 terhadap September 2020, rata-rata kematian di Indonesia mengalami penurunan.

Menantu Presiden Jokowi Maju Jadi Calon Wali Kota Medan, Ini Rincian Kekayaan Bobby Nasution

Putra Presiden Jokowi Maju Dalam Pilkada Solo, Ini Rincian Harta Kekayaan Gibran Rakabuming

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved