Senin, 27 April 2026

Hari Ini Tepat 2 Pekan Bagi Luhut Tangani Covid-19 di 9 Provinsi, Apa Hasilnya?

Hari ini, Selasa (29/9/2020), batas waktu terakhir Luhut dan Doni menekan kasus Covid-19 di 9 Provinsi, Apa hasilnya?

Editor: Amirullah
Humas Kemenko Maritim dan Investasi
Menko Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan mengadakan Coffee Morning bersama sejumlah awak media nasional dan luar negeri, di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). (Humas Kemenko Maritim dan Investasi) 

"Demikian angka kematian kalau kita lihat pada 6 September yakni 4,1 persen, kemudian turun, turun dan sekarang berada di posisi 3,8 persen. Artinya mengalami tren penurunan walaupun masih di atas angka rata-rata global," pungkasnya.

Istri Hamil Tua Ditabrak di Depan Suami, Alami Keguguran Hingga Terbaring di Gubuk Bekas

VIRAL VIDEO Najwa Shihab Wawancarai Kursi Kosong sebagai Menkes Terawan, Ini Alasannya

Ajak Pemda Kompak

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi kondisi Indonesia akan membaik pada Januari 2021.

Syarat masyarakat harus kompak.

"Tapi kita harus kompak, tidak boleh salah-menyalahkan, tidak boleh merasa paling benar sendiri, terus menuduh sana menuduh sini, enggak perlu, tenang saja," kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jumat (18/9/2020).

"Kita akan selesaikan ini dengan baik bahwa ini akan kita upayakan untuk betul-betul jangan sampai ada outbreak. Itu saja tugas kita sampai pada vaksin ini," lanjutnya.

Pemerintah, dikatakan Luhut, bekerja secara serius dalam menangani Covid-19 di sembilan provinsi.

Kesembilan provinsi tersebut di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Timnya telah bekerja untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat agar taat menjalankan protokol kesehatan dan mengoptimalkan manajemen rumah sakit dalam penanganan Covid-19.

"Kita memerlukan upaya yang lebih tegas untuk merubah perilaku masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan," kata Luhut.

Di satu sisi, Luhut menyadari bahwa dia bukanlah ahli epidemiologi.

"Saya hanya manajer. Saya kira saya boleh mengklaim diri saya manajer yang baik," ujarnya.

Namun, Luhut mengaku dibantu oleh ahli-ahli epidemiologi yang berkualitas.

"Epidemiolog seperti Monika, yang dari UI juga, dan lulus dari Harvard juga untuk epidemiologi. Jadi sangat orang-orang yang sangat berkualitas membantu saya," katanya.

Kepergok Polisi Sekamar di Hotel, Pria Ini Berdalih: Ini Tante Saya Pak, Saya Keponakannya

Tekan Angka Positif Covid-19

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved