Berita Aceh Tengah
Aceh Tengah Mulai Produksi Tembakau Varietas White Barley, Pengiriman Perdana 2.5 Ton
Pengembangan tembakau varietas white barley di Kabupaten Aceh Tengah, mulai memasuki masa produksi.
Penulis: Mahyadi | Editor: M Nur Pakar
Laporan Mahyadi | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Pengembangan tembakau varietas white barley di Kabupaten Aceh Tengah, mulai memasuki masa produksi.
Pengembangan tembakau jenis varietas ini, terbilang baru tetapi sudah menunjukan hasil yang baik.
Lantaran kawasan Dataran Tinggi Gayo merupakan daerah cocok untuk tanaman tembakau varietas white barley.
Untuk saat ini, para petani dibawah binaan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) telah memproduksi tembakau varietas white barley.
Bahkan telah melakukan pengiriman perdana sebanyak 2,5 ton.
“Tembakau varietas white barley sudah dikembangkan di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah,” kata Ketua APTI Aceh Tengah, Sukurdi Iska.
Disebutkan Sukurdi Iska, hasil produksi yang sudah dikirim sebanyak 2,5 ton ke salah satu perusahaan rokok putih di Sumatera Utara yaitu PT Mitra Tata Usaha Bersama tersebut, merupakan hasil percobaan yang ditanam oleh perorangan.
• Tim Terpadu Pemkab Aceh Tengah Lanjutkan Razia Protokol Kesehatan
“Saat ini, tahap penanaman kedua sedang kita lakukan di lahan seluas 250 hektar di Aceh Tengah dan 80 hektar di Kabupaten Bener Meriah. Diperkirakan panen selanjutnya akan berlangsung pada Pebruari atau Maret tahun depan,” sebutnya.
Pihak perusahaan, lanjut Sukurdi Iska, berkeinginan agar daun tembakau dari Dataran Tinggi Gayo bisa dikirim secara kontinue. Sebab berdasarkan hasil tes laboratorium, grade sampel tembakau dari Gayo memperoleh nilai 2,9.
“Pihak perusahaan sangat antusias dengan tembakau hasil produksi di daerah kita ini," jelasnya.
"Apalagi, dengan sistem modern saat ini, kualitas tembakau kita sangat bagus, dan dapat mencapai tinggi 3 meter,” ujar Sukurdi.
Sukurdi menceritakan, pengembangan tembakau ini, awalnya digagas bersama Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar dengan berkunjung ke Tanah Karo.
• Hasil Swab Bupati Aceh Tengah Negatif Covid-19
Kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan dengan perusahaan, jika grade tembakau mencapai nilai 3, maka tidak perlu dicampur lagi dengan tembakau dari negara lain.
“Ternyata di Aceh Tengah sangat cocok untuk dikembangkan,” pungkasnya. (*)
• Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar Jalani Test Swab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/produksi-tembakau-aceh-tengah.jpg)