Sabtu, 25 April 2026

Berita Bener Meriah

Diduga Depresi dan Ditinggal Istri, Pria Paruh Baya di Bener Meriah Nekat Gantung Diri

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak Kepolisian, MD diduga mengalami depresi akibat penyakit yang dia derita sudah menahun.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Nurul Hayati
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

“Karena tidak ada jawaban dari orang tuanya, S langsung menuju ke kamar orang tuanya. Setelah dia membuka pintu, ia terkejut melihat ayahnya dalam kondisi sudah tergantung,” ungkap Irwan.

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah   

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Pria paruh baya MD (56) warga Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (30/9/2020) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dalam kamarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak Kepolisian, MD diduga mengalami depresi akibat penyakit yang dia derita sudah menahun.

Kemudian, juga MD sudah sembilan hari ditinggal oleh istrinya.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, melalui Kasubbag Humas Polres Polres Bener Meriah, Ipda Irwan AK menyampaikan, yang pertama melihat MD tergantung di dalam kamarnya adalah anak kandungnya sendiri S (15).

Disebutkan, anak kandungnya S melihat ayahnya tergantung dengan kondisi sedikit terduduk di atas bangku kecil yang terbuat dari papan.

Ia menceritakan, sebelum ditemukan tergantung di dalam kamar, anaknya S sempat mengaku, memberikan makan orang tuanya di ruang tamu.

Serangan Netizen Indonesia Bernada Rasis dan Penghinaan, Begini Tanggapan Pemerintah Vanuatu

Selanjutnya, S berangkat ke bengkel yang tidak jauh dari rumahnya.

“Saat di bengkel S bertemu dengan abang kandungnya SF (31) yang hendak mengasah parang, kemudian SF berangkat ke kebun,” kata Ipda Irwan.

Tambah Iwan, saat di bengkel itu, MD sempat melihat aktivitas kedua anaknya, kemudian MD kembali masuk ke dalam kamar.

Tidak lama berselang, anaknya S kembali memanggil orang tuanya dengan bahasa Gayo “gere ke minum kupi mulo pak” (tidak kah minum kopi dulu pak).

Sudah tiga kali dia memanggil, namun tidak ada jawaban dari orang tuanya tersebut.

“Karena tidak ada jawaban dari orang tuanya, S langsung menuju ke kamar orang tuanya. Setelah dia membuka pintu, ia terkejut melihat ayahnya dalam kondisi sudah tergantung,” ungkap Irwan.

Setelah melihat peristiwa itu, S kemudian memanggil kakaknya berinisial SM (24), yang kebetulan rumahnya berada di samping rumah orang tuanya tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved