Jumat, 1 Mei 2026

Nauru, Negara Kaya Raya yang Kini Jatuh Miskin: Uang Negara Dihamburkan

jika menilik ke belakang, tepatnya pada era tahun 1980-an, Nauru adalah satu negara paling makmur di dunia.

Tayang:
Editor: Amirullah
AFP/TORSTEN BLACKWOOD
Negeri kecil Nauru yang kini digunakan Australia sebagai pusat detensi pengungsi dan pencari suaka.(AFP/TORSTEN BLACKWOOD) 

SERAMBINEWS.COM - Penahkah mendengar Nauru? negara pulau ini bisa dikatakan terdengar asing bagi telinga banyak orang di Indonesia.

Ini wajar, karena negara pulau ini sangat kecil dan hampir tak memiliki peran signifikan dalam dunia internasional.

Padahal jika menilik ke belakang, tepatnya pada era tahun 1980-an, Nauru adalah satu negara paling makmur di dunia.

Namun dalam beberapa tahun kemudian, statusnya melorot menjadi salah satu negara paling miskin di dunia.

Dilansir dari The Guardian, Sabtu (15/8/2020), negara dengan luas pulau utama hanya 21 kilometer persegi ini merupakan satu di antara negara kepulauan terkecil di Pasifik dengan populasi penduduk tak sampai 10.000 orang.

Bekas koloni Inggris ini tercatat pernah jadi negara dengan pendapatan per kapita tertinggi secara global, sehingga sempat membuat iri banyak negara-negara tetangganya di Pasifik.

Kisah Nurwahyuni, Gadis Yatim Piatu Berhasil Raih Sarjana, Sempat Putus Asa Terkendala Biaya Kuliah

Polisi Sakit Kecelakaan Bukannya Ditolong, Driver Ojol Ini Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Nauru dulunya adalah negara penghasil fosfat terbesar dunia.

Bukan sembarang fosfat, namun fosfat yang bermutu sangat tinggi yang terbentuk dari endapan kotoran burung selama berabad-abad.

Fosfat sendiri merupakan bahan baku pupuk.

Setelah merdeka dari Inggris tahun 1968, tambang fosfat bergitu marak di Nauru, puncak produksinya terjadi pada era tahun 1980-an.

Eksploitasi fosfat

Permintaan fosfat dunia yang mengalami kenaikan pesat untuk kebutuhan penyubur tanah memicu eksploitasi besar-besaran fosfat di Nauru.

Kebutuhan pangan memang meningkat drastis beberapa tahun pasca-Perang Dunia II karena bertambahnya populasi, sehingga mendorong naiknya permintaan fosfat.

Di sisi lain, cadangan di tambang-tambang fosfat di Australia dan Selandia Baru terus menipis. Ini membuat pasokan fosfat beralih ke Nauru.

Dilapor Hilang 2 Tahun Lalu, Wanita Ini Ditemukan Mengapung Hidup-hidup di Laut, Ini Faktanya

Viral Pria Bertubuh Gempal Takut Disuntik hingga Teriak Histeris, Tingkah Usil Satpam Jadi Sorotan

Pada tahun 1963 hingga tahun 1970, banyak penduduknya dipaksa pindah karena meningkatnya pembukaan tambang fosfat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved