Senin, 20 April 2026

Luar Negeri

Pertempuran Berlanjut, Azerbaijan Hancurkan Rudal S-300 Milik Armenia

Kementerian Pertahanan Azerbaijan melaporkan bahwa pasukannya telah menghancurkan rudal pertahanan udara milik Armenia.

Editor: Faisal Zamzami
(Thinkstock)
Ilustrasi Rudal Balistik. 

Azerbaijan juga tak mau kalah dengan mengumumkan darurat militer di seluruh wilayahnya dan mobilisasi militer secara parsial.

Armenia dan Azerbaijan saling tuduh satu sama lain soal siapa lebih dulu yang menembak.

Keduanya juga menolak untuk mengadakan perundingan atas konflik yang berlangsung di daerah kantong etnis, Nagorny-Karabakh.

Sebaliknya, kedua belah pihak malah mengancam akan berperang habis-habisan.

Melansir Aljazeera, kedua negara pada Selasa kemarin (29/9/2020) melaporkan adanya penembakan dari sisi lain melintasi perbatasan keduanya di bagian barat wilayah Nagorny-Karabakh yang memisahkan diri di mana pertempuran sengit antara pasukan Azeri dan etnis Armenia pecah pada Minggu (27/9/2020).

Insiden tersebut menandakan eskalasi konflik lebih lanjut meskipun ada permintaan mendesak dari Rusia, Amerika Serikat, dan lainnya untuk menghentikan pertempuran.

Konflik tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang stabilitas di wilayah Kaukasus Selatan, dan mengancam keterlibatan Turki dan Rusia.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, berbicara kepada televisi pemerintah Rusia, dengan tegas mengesampingkan kemungkinan perundingan.

Juga Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan kepada saluran yang sama bahwa tidak ada negosiasi saat pertempuran berlanjut.

Nagorny-Karabakh adalah wilayah yang memisahkan diri di dalam Azerbaijan yang dikendalikan oleh etnis Armenia dan didukung oleh Armenia.

Wilayah separatis itu memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang selama tahun 1990-an tetapi tidak diakui oleh negara mana pun sebagai republik merdeka.

Puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya cedera sejak bentrokan antara Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia meletus Minggu kemarin.

Putin minta Armenia kurangi eskalasi Perang

Armenia-Azerbaijan tak hanya mengancam keamanan tapi juga melibatkan Turki dan Rusia.

Moskwa sendiri memiliki aliansi pertahanan dengan Armenia, tetapi juga menikmati hubungan dekat dengan Azerbaijan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved