Breaking News:

Luar Negeri

Warga Tibet China Suguhkan Makanan Dimasak Pakai Kotoran Sapi untuk Tamu, Lambang Kekayaan

Tapi, keramahan dan antusiasme orang-orang Tibet terhadap orang-orang yang mereka sukai ditunjukkan secara khusus melalui penggunaan kotoran sapi.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Mursal Ismail
MYSTERIOUSTIBET.COM/TRIBUN TRAVEL
Istana Potala 

Tapi, keramahan dan antusiasme orang-orang Tibet terhadap orang-orang yang mereka sukai ditunjukkan secara khusus melalui penggunaan kotoran sapi.

Jika wisatawan berkunjung, mereka menggunakan kotoran sapi yak untuk memasak bagi para tamu.

Melansir Giaothong, wisatawan yang berdatangan ke Tibet akan dimanjakan dengan pemandangan indah dan sensasi ketenangan jiwa dari Istana Potala yang berdiri megah.

Di negeri itu, para wisatawan juga bisa makan banyak hidangan eksotis dan keramahan penduduk lokalnya.

Penduduk Tibet memasak menggunakan kotoran sapi sebagai pengganti kayu bakar
Penduduk Tibet memasak menggunakan kotoran sapi sebagai pengganti kayu bakar (Giaothong)

Tapi disamping itu, wisatawan juga akan melihat pemandangan warga-warga lokal memungut kotoran sapi di sekitaran lahan rumah mereka.

Bukan karena takut kotoran itu mengotori jalan sehingga mengganggu kenyamanan tamu-tamu mereka.

Tapi sebenarnya, di mata penduduk lokal kotoran sapi itu adalah suatu bahan yang sangat berharga.
Wilayah Tibet tidak memiliki banyak kayu.

Sehingga penduduknya sering menggunakan kotoran sapi kering sebagai pengganti kayu bakar untuk memasak.

Walau demikian, kotoran sapi yang sudah dikeringkan itu tidak lagi memiliki bau yang tidak sedap.

Sehingga tak perlu khawatir bau asap dari kotoran sapi yang dibakar itu masuk dan bercampur dengan aroma masakan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved