Senin, 27 April 2026

Internasional

Kengerian di Harthras, Bawa Aku Pulang, Kata Terakhir Korban Pemerkosaan

Ada begitu banyak keributan atas kengerian yang terjadi di Hathras Uttar Pradesh India. Sehingga sulit dipercaya seminggu lalu, keluarga korban Dalit

Editor: M Nur Pakar
AFP/Pawan SHARMA
Personel polisi mengunjungi rumah keluarga korban pemerkosaan beramai-ramai dan dibunuh oleh empat pria di Bool Garhi Distrik Hathras, negara bagian Uttar Pradesh, India, Sabtu (3/10/2020). 

SERAMNBINEWS.COMNEW DELHI - Ada begitu banyak keributan atas kengerian yang terjadi di Hathras Uttar Pradesh India.

Sehingga sulit dipercaya seminggu lalu, keluarga korban Dalit berusia 19 tahun berlari dari kota ke kota, rumah sakit ke rumah sakit, kantor polisi ke kantor polisi, tetapi diabaikan dan dilupakan.

Saya pertama kali bertemu keluarganya ketika tiba di New Delhi untuk mencari bantuan medis di rumah sakit Safdarjung.

Ayah dan saudara laki-lakinya malang dan hancur.

"Bawa aku pulang," kata wanita itu kepada kakaknya Sandeep, yang lebih muda setahun.

Itu adalah kata-kata terakhirnya, di pagi hari, kemudian dia meninggal dunia, lansir HindustanTimes, Sabtu (3/10/2020).

Sandeep, bekerja di laboratorium patologi, pekerja garis depan di pandemi virus Corona ini, mengatakan banyak hal.

Dia mengatakan dengan kemarahan, beberapa dari kesedihan.

Warga meneriakkan slogan-slogan untuk mengutuk pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang wanita berusia 19 tahun di Bool Garhi, Distrik Hathras, Uttar Pradesh India, Sabtu (3/10/2020).
Warga meneriakkan slogan-slogan untuk mengutuk pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang wanita berusia 19 tahun di Bool Garhi, Distrik Hathras, Uttar Pradesh India, Sabtu (3/10/2020). (AFP/Pawan SHARMA)

Keluarga Korban Pemerkosaan Geng Hathras Tidak Bisa Melihat Wajahnya Sebelum Kremasi

Tetapi yang benar-benar melekat adalah tanggapannya atas pertanyaan tentang bagaimana mereka mengatasinya selama dua minggu terakhir ini.

“Adik saya diperkosa pada 14 September,” katanya dengan nada sedih.

“Tetapi setelah kematiannya ada orang yang mau repot-repot memberi kami perhatian."

"Sampai sekarang, bagi politisi dan media, kami tidak terlihat.”

Pemerkosaan Hathras, meskipun ada klaim balasan tiba-tiba oleh polisi UP, kesaksian korban yang sekarat telah mewakili kegagalan setiap institusi di India.

Baik itu polisi, birokrasi, politisi dan kita semua gagal.

Saat berbicara dengan Sandeep, tiba-tiba ada segerombolan politisi yang ingin sekali tampil di depan kamera.
Berdesak-desakan untuk mendapatkan ketenaran selama lima menit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved