Breaking News:

KTP Elektronik

Mendagri Dorong Masyarakat Segera Membuat KTP Elektronik

Mendagri tidak ingin lagi terjadi kelangkaan blanko seperti tahun-tahun sebelumnya lantaran anggaran pengadaan blanko untuk tahun ini sudah dipenuhi.

For Serambinews.com
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian.   

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan jajaran Dinas Dukcapil di daerah agar proaktif mendorong masyarakat mengurus  KTP-elektronik  (KTP-el).

Dokumen itu merupakan syarat yang digunakan untuk memilih pada saat pemungutan suara Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.

“Saya minta perhatian betul karena ini menyangkut masalah sistem demokrasi kita, jangan sampai nanti mereka memiliki hak untuk memilih kehilangan hak pilih karena tidak memiliki identitas diri. Dan identitas diri ini yang paling utama sekali lagi adalah KTP elektronik,” kata Mendagri dalam Rapat Koordinasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Sasana Bhakti Praja, Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (06/10/2020).

Untuk itu, Mendagri terus mengimbau Ditjen Dukcapil beserta jajaran Dinas Dukcapil di 309 daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 agar mengupayakan pembuatan e-KTP bagi masyarakat yang belum memiliki sebelum hari pemungutan suara.

Mendagri tidak ingin lagi terjadi kelangkaan blanko seperti tahun-tahun sebelumnya lantaran anggaran pemenuhan blanko untuk tahun ini sudah dipenuhi oleh Menteri Keuangan.

Mendagri juga mengharapkan Ditjen Dukcapil berperan aktif dalam program-program penanganan Covid-19.

Misalnya, penggunaan data Dukcapil oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dan Kementerian sosial dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Data Dukcapil menjadi sangat penting, menjadi data utama dalam rangka mendistribusikan Bantuan Sosial (Bansos) dengan cepat dan tepat sasaran kepada mereka-mereka yang betul-betul memerlukan Bansos karena terdampak. Ini direkonsiliasi dengan data-data yang lain seperti data BPJS, data penduduk miskin dan lain-lain, ini sudah kita lakukan,” terangnya.(*)

Ambulans Pembawa Wanita Hamil Asal Bener Meriah Alami Kecelakaan di Pidie, Ini Penyebabnya

Fachrul Razi: Konflik Kehutanan & Reforma Agraria Diselesaikan melalui Tim Kerja Bersama KLHK

Pascapenembakan Kapal Ikan Sibolga di Perairan Simeulue, Kapolres: Kami Masih Selidiki

Dekgam, Dengan Rapai Mengguncang Dunia

Sidang Kasus Vina Abdya Masih Sepi Pengunjung, Lima Saksi Korban Beri Keterangan

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved