Breaking News:

Salam

Peran TNI Sangat Diharap di Tengah Ancaman Corona  

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo meminta TNI memperkuat perannya dalam menangani Covid‑19

Foto/Instagram Bambang Soesatyo
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) bersama Ketua DPR Puan Maharani (tengah), Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan di acara Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN) dan Peresmian Patung Bung Karno di STIN, Sentul, Bogor, Rabu (9/9/2020). 

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo meminta TNI memperkuat perannya dalam menangani Covid‑19. Menurut Bambang, hal itu menjadi momentum dalam peringatan HUT TNI ke‑75. “HUT TNI tahun ini diperingati ketika bangsa dan negara berada di zona resesi ekonomi dan di tengah Pandemi Covid‑19. Karena itu, baik resesi maupun Pandemi Covid‑19 harus ditangani dengan penuh kebijaksanaan agar ketahanan dan stabilitas nasional terjaga. Sebagai salah satu unsur kekuatan bangsa, TNI wajib tampil dan mengambil bagian dalam keseluruhan proses penyelesaian dua masalah itu,’’ kata Bambang.

Ya, di tengah kian mewabahnya virus Corona di negeri ini, kita memang sangat mengharapkan peran dan fungsi TNI untuk mendorong kedisiplinan masyarakat mematuhi protokol kesehatan secara maksimal. Dengan demikian, target menurunkan jumlah kasus Covid‑19 bisa segera terwujud.

Secara nasional, TNI memang sangat dilibatkan dalam membiasakan masyarakat berkehidupan di era new normal. Untuk tugas ekstra ini TNI mengedepankan langkah persuasif dan humanis, tapi tegas dalam upaya mendisiplinkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan. Yang ingin dibiasakan kepada masyarakat adalah setiap keluar rumah, siapapun  harus memakai makser, setiap kegiatan harus mencuci tangan, kemudian juga harus menjaga jarak atau physical distancing.

Kembali ke soal HUT ke-75 TNI yang tahun ini diperingati secara virtual, banyak kalangan melihat institusi penjaga kedaulatan negara republik Indonesia itu sudah kembali dekat dengan dengan rakyat. “Harus diakui pada saat bergulirnya reformasi, TNI sempat tersekat dan berjarak cukup jauh dengan rakyat. Namun reformasi internal yang terus dilakukan membuat TNI lebih profesional, hingga pada tahun 2018 menurut survei LSI, TNI dinobatkan sebagai institusi paling dipercaya rakyat dengan angka tertinggi 90,4 persen melebihi KPK sebesar 89 persen,” tulis seorang petinggi TNI.

Ia menjelaskan, pendekatan persuasif terus dilakukan untuk merawat kekuatan TNI. Sebesar apapun dinamika sosial, TNI diharap mampu adaptif dengan segala kemampuannya. Saat ini atau gelombang milenial mewajibkan prajurit TNI bisa adaptif agar mampu mengimbangi keinginan era milenialisme. Salah satunya dengan pendekatan humanis.

Humanisme dalam TNI tidak lantas menyurutkan kemampuan menguasai taktik dan teknik pertempuran. Kemampuan ini adalah lagkah visioner TNI untuk menyatukan taktik militer dengan pendekatan‑pendekatan kemanusiaan. Perpaduan kekuatan militer dengan pendekatan kemanusian akan menjadi kekuatan terpendam TNI sekaligus membawa TNI kian dekat di hati rakyat.

“Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.” Prinsip ini mengandung unsur humanisme yang dijabarkan melalui pendekatan budaya. Pendekatan budaya dapat berupa pendekatan bahasa, pendekatan etika, maupun pendekatan langsung. Profesor Hukum asal Amerika Serikat, Lawrence M Friedman mengatakan, sekalipun dalam satu masyarakat terdapat aturan hukum yang bagus dan prosedur penegakan hukum yang juga bagus, keduanya tidak akan berjalan baik tanpa pendekatan budaya. Budaya ditempatkan sebagai komponen terpenting dalam bekerjanya hukum. Melalui budaya, tatanan hukum akan dapat diterima dengan baik. Begitupun juga dengan TNI yang perlu memahami lingkungan geografis maupun sosial untuk memulai pendekatan budaya.

Sebab, suatu masyarakat yang menjunjung tinggi kebudayaannya, maka budaya tersebut akan ditempatkan sebagai suatu nilai yang mulia dan sakral sehingga mengikat kuat segala perilaku masyarakatnya. Di titik inilah kerangka besar konsep Humanisme TNI masuk ke dalam bagian Sistem Pertananan Rakyat Semesta. Humanisme dalam konsep Sishanrata akan membentuk pertahanan yang kuat, pertahanan yang partisipatif dan kolaboratif. Pada akhirnya pendekatan humanisme adalah langkah strategis bagi TNI untuk membangun kedekatannya dengan rakyat!

Selamat ulang tahun TNI, semoga semakin humanis, persuasif, dan tetap jaya!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved