Breaking News:

Hakim Dua Kali Marahi Vina  

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (6/10/2020) siang, kembali menggelar sidang lanjutan kasus

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Hasrul alias H Asrol warga Desa Padang Hilir Susoh, diminta keterangan oleh Majelis Hakim PN Blangpidie, Abdya, dalam sidang lanjutan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dengan terdakwa RS alias Vina (27), Selasa (6/10/2020). 

BLANGPIDIE - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (6/10/2020) siang, kembali menggelar sidang lanjutan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dengan terdakwa RS alias Vina (27). Hakim sempat dua kali memarahi Vina karena ia berbicara saat sidang berlangsung. Untuk diketahui, Vina adalah oknum karyawati salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Blangpidie.

Sidang ketiga dengan agenda lanjutan pemeriksaan saksi korban, kemarin, dipimpin Hakim Ketua Zulkarnain SH MH (Ketua PN), didampingi dua hakim anggota yaitu Muhammad Kasim SH MH (Wakil Ketua PN), dan Rudy Rambe SH, serta Panitera Muda Pidana, Alian SH.

Seperti sebelumnya, kemarin, Vina juga tidak dihadirkan di ruang sidang karena pertimbangan masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Vina mengikuti sidang melalui telekonfererensi (daring) dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Blangpidie, di Desa Alue Dama, Kecamatan Setia, tempat ia ditahan. Di ruang sidang, terdakwa diwakili penasihat hukumnya dari Law Firm Syahrul Rizal SH MH & Associates Banda Aceh, yaitu Agus Jalizar SH MH, Deri Sudarma SH, dan Iswandi SH MH. Satu penasihat hukum lain, Ikhsan Fajri SHI MA, mendampingi Vina mengikuti sidang secara virtual di LP Kelas IIB Blangpidie.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya, M Agung Kurniawan SH MH dan Muhammad Iqbal SH, dalam sidang kemarin, memanggil enam saksi korban. Namun, yang hadir hanya lima orang. Mereka adalah Hasrul alias H Asrol, warga Desa Padang Hilir, Kecamatan Susoh, Hasni Roudhah Wahyuni, warga Desa Padang Hilir, Kecamatan Susoh, Dalin, warga Desa Kuta Tuha, Kecamatan Blangpidie, Khairul Rizki, warga Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, dan Rizky Mulyadi warga Desa Pawoh, Kecamatan Susoh. Sementara saksi yang tidak hadir yaitu Syahrul, warga Pasar Blangpidie.

Hasrul mendapat kesempatan pertama, kemudian disusul Hasni Roudhah Wahyuni. Pemeriksaan kedua saksi itu berlangsung sampai waktu shalat Zuhur. Persidangan dimulai sekitar pukul 10.45 WIB, molor 45 menit dari waktu yang disepakati pukul 10.00 WIB. Ketika memeriksa saksi korban, hakim sempat dua kali memarahi atau menegur keras Vina. Soalnya, dari layar monitor tampak terdakwa tidak fokos mengikuti jalannya persidangan.  

“Dari tadi, saudara (terdakwa) tak siap-siap mengikuti sidang. Saat sidang dimulai, saudara asyik bicara dengan orang di samping. Siapa di sebelah saudara, ada suami saudara di situ. Hargailah majelis ini, saudara agar mengikuti sidang ini dengan baik,” tegas Hakim Ketua Zulkarnain SH MH.    

Tidak lama kemudian, terdakwa Vina seperti terlihat di layar monitor memakai jilbab warna abu-abu itu kembali terlihat kurang serius mengikuti sidang. Sehingga, ia kembali dimarahi oleh Hakim Anggota, Muhammad Kasim SH MH. “Betul yang dikatakan pimpinan sidang tadi (kemarin-red), saudara kami minta serius mengikuti jalannya sidang ini,” tegas Muhammad Kasim.

Hasrul dalam keterangannya mengungkapkan, pada awal Maret 2020 lalu, Vina sambil menangis meminta uang kepada dirinya dengan alasan untuk memenuhi target yang ditetapkan pihak bank. Sebab, jika target tak tercapai akan dipindahkan ke Sinabang. Lalu, sambung Hasrul, pada 18 Maret  2020, ia memenuhi permintaan terdakwa dengan menyerahkan uang Rp 400 juta yang diambil oleh Vina ke rumahnya. Hasrul percaya bahwa Vina karyawan bank BUMN karena ia datang ke rumahnya memakai baju seragam dinas, membawa mesin gesek penyetoran uang, dan didampingi karyawan lain bank tersebut.

Menurut Hasrul, Vina berjanji akan mengembalikan uang Rp 400 juta itu dalam waktu sebulan. “Satu bulan lebih kemudian saya tanya ke Vina, ia berjanji akan mengembalikan semua uang tersebut pada bulan Juli 2020,” kata Hasrul yang bekerja sebagai pedagang semen ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved