Breaking News:

Berita Bireuen

Tempat Karantina di Batee Geulungku Ditutup, Ada Apa? Ini Penjelasannya

Sejak awal Maret 2020 digunakan Pemkab Bireuen menggunakan lokasi itu sebagai tempat karantina bagi warga baru pulang dari luar Aceh.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan A Gani. 

Sejak awal Maret 2020 digunakan Pemkab Bireuen menggunakan lokasi itu sebagai tempat karantina bagi warga baru pulang dari luar Aceh.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ruang isolasi di Cot Batee Geulungku, Pandrah, Bireuen ditutup, Rabu (7/10/2020).

Sebelumnya, ruangan di sana sebagai tempat karantina.

Kini ruangan di gedung Unit Pelatihan Teknis Badan Pemberdayaan Masyarakat (UPTB-BPM) Aceh di Cot Batee Geulungku, Pandrah, Bireuen resmi ditutup.

Sejak awal Maret 2020 digunakan Pemkab Bireuen menggunakan lokasi itu sebagai tempat karantina bagi warga baru pulang dari luar Aceh. Kini ditutup.

Kasat Lantas Polres Pidie Jaya dan Kapolsek Panteraja Diganti, Ini Kata Kapolres Pijay

Kemendagri Buka Akses Ormas dan LSM Tangani Covid-19 Lewat Pengadaan Barang dan Jasa

Kekuatan Militernya Terlemah, Negara Justru Jadi yang Paling Bahagia di Dunia

Sebagaimana diketahui di awal merebaknya virus corona puluhan warga yang baru pulang dari luar daerah serta warga yang positif covid-19 waktu itu menjalani karantina di gedung tersebut.

Pemkab Bireuen juga menambah sejumlah fasilitas pendukung serta tenaga medis di lokasi tersebut.

Ditutup gedung tersebut ujar Kadiskes Bireuen, dr Irwan A Gani yang didampingi Kalak BPBD Bireuen, Teguh Mandiri Putra SSTP kepada Serambinews.com, Rabu (07/10/2020) karena karena warga Bireuen yang
pulang dari luar daerah serta yang dinyatakan positif corona melakukan isolasi mandiri di rumah masing masing dan tidak menjalani karantina di tempat tersebut.

Walaupun gedung ditutup untuk lokasi karantina, petugas medis tetap ada disana yaitu dari Puskesmas Pandrah yang berdekatan dengan gedung Diklat.

"Hasil koordinasi dengan Satgas covid-19 maka gedung tersebut ditutup, bila suatu keadaan harus buka lagi sebagai lokasi karantina akan dibuka lagi," ujar Kadiskes Bireuen Dr Irwan A Gani.

Seperti diketahui di awal-awal penyebaran virus corona yang menggemparkan dan upaya pencegahan dini bagi warga baru pulang dari luar negeri dan luar Aceh, Pemkab Bireuen memanfaatkan gedung diklat
memiliki puluhan kamar tidur itu untuk tempat isolasi selama 14 hari.

Melayani berbagai kebutuhan warga yang tinggal di lokasi,

Pemkab Bireuen juga turut menyediakan dokter, petugas medis dari puskesmas di wilayah barat, juru masak dari Tagana Dinas Sosial Bireuen serta pengamanan dari TNI-Polri.

Dan Satpol PP, gedung sudah ditutup sebagai tempat karantina.

Tim medis masih ada di sana dalam jumlah terbatas untuk mengantisipasi bila suatu waktu gedung tersebut
dimanfaatkan kembali.

“Penutupan gedung sebagai lokasi karantina sudah disampaikan kepada bupati Bireuen,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved