Jumat, 8 Mei 2026

Viral Medsos

Trending di Twitter, Panggilan Aksi Anak STM di Sekitar DPR, Polisi: Itu Tidak Ada

Panggilan-panggilan aksi di sekitar DPR itu juga ikut membawa-bawa anak STM hingga membuat nama jenjang pendidikan tersebut trending di Twitter

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Mursal Ismail
TANGKAPAN LAYAR TWITTER
Sebaran poster ajakan aksi unjuk rasa anak STM yang beredar di media sosial. 

"Tidak ada kok itu (perherakan anak STM) tidak ada, aman-aman," ujar Yusri kepada wartawan, Rabu (7/10/2020) dikutip dari Kompas.com.

Yusri mengatakan, sejauh ini kondisi masih kondusif.

Polisi juga melakukan penjagaan untuk mengantisipasi adanya kedatangan massa yang akan menggelar unjuk rasa.

UU Cipta Kerja Sudah Disahkan, Mungkinkah untuk Dibatalkan?

"(Personel) kita siap-siap. Bahwa ini dipastikan aman dan kondusif," kata Yusri.

Polisi kemudian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa yang dapat menyebabkan penyebaran Covid-19 kian masif.

Melansir Kompas.com,sebelumnya, pada Selasa kemarin massa buruh menggelar aksi ujuk rasa menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja oleh DPR.

Di hari yang sama saat unjuk rasa tersebut digelar, polisi juga mengamankan 18 orang pelajar yang terlihat di sekitar Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Para pelajar itu diduga ingin mengikuti aksi unjuk rasa buruh menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

RUU Omnibus Law Disahkan, Ernest Prakasa: Apalah Kita Ini Bagi Para Pemimpin Nan Mulia

12 Instruksi Kapolri Idham Azis soal Larangan Demonstrasi Buruh Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja

"Bukan (buruh). Itu anak sekolah, ada anak SMA. Mereka dapat info mau ada aksi di DPR makanya mereka datang. Sekarang kita lagi amankan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Yusri menjelaskan, awalnya pihaknya menerima laporan adanya kelompok yang ingin terlibat keributan.

Berdasarkan laporan itu, polisi langsung menuju ke lokasi dan mengamankan sejumlah orang.

"Katanya 'kami dapat di medsos mau ada ribut di DPR makanya kami datang kesana' dan diamankan," ucapnya.

Dari pemeriksaan, kata Yusri, mereka datang setelah mendapat pesan berantai melalui aplikasi Whatsapp bahwa aksi unjuk rasa sekitar Kompleks Parlemen Senayan akan ricuh.

Mereka kemudian datang dengan menyamar menggunakan seragam hitam seolah bukan pelajar.

Mahasiswa Tolak Omnibus Law

Para pelajar itu pun akhirnya diamankan di kepolisian setempat.

"Sekarang masih di sini semua, kita amankan, kita periksa dulu, kalau enggak ada (indikasi tindak pidana) kita pulangkan," katanya. (Serambinews.com/Yeni Hardika)

Baca juga berita populer lainnya : 

Omnibus Law UU Cipta Kerja, Keinginan Jokowi yang Akhirnya Terwujud

Silvany Austin dan Najwa Shihab, 2 Wanita yang Paling Disorot Pekan Ini, Berikut Rekam Jejak Mereka

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved