Kihajar STEM 2020
Aceh Masuk 4 Besar Peserta Terbanyak Kihajar STEM
Kemdikbud RI menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah yang melaksanakan seminar Kihajar TIK Talks secara virtual.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Taufik Hidayat
Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aceh menjadi provinsi ke-4 terbanyak dalam mengirim peserta di ajang Kihajar Stem.
Sehingga Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbud RI menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah yang dilaksanakan seminar Kihajar TIK Talks secara virtual.
Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik pun sudah melaksanakan kegiatan itu, Rabu (7/10/2020), dengan jumlah pesertanya mencapai 3.112 orang dari berbagai kalangan dari seluruh Indonesia.
Plt Kepala Pusdatin Kemendikbud, M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si mengatakan pihaknya mengapresiasi pelajar Aceh dari jenjang SD, SMP hingga SMA yang telah berkontribusi untuk mendaftarkan diri sebagai peserta lomba Kihajar Stem yang berjumlah 3.588 orang.
Sekaligus menasbihkan diri sebagai daerah keempat terbanyak pesertanya se Indonesia.
“Kihajar STEM merupakan wadah eksplorasi siswa jenjang SD, SMP, SMA dan SMK sederajat melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM),” jelasnya.
Hasan menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud apresiasi terhadap daerah terbanyak berpartisipasi dalam KIHAJAR STEM, sekaligus Optimalisasi Penggunaan Rumah Belajar, TV Edukasi dan Suara Edukasi, maka digelarlah kegiatan Kihajar Tik Talks.
“Tujuan diselenggarakanya Kihajar Tik Talks meningkatkan kemampuan literasi pemanfaatan TIK, kemandirian dalam pengembangan TIK untuk pendidikan dan sebagai sarana sosialisasi dari pemanfaatan konten rumah belajar, tv edukasi dan suara edukasi. Peserta dari kegiatan Kihajar Tik Talks ini adalah tenaga pengajar, tenaga kependidikan, komunitas pendidik maupun orangtua murid,” ungkapnya.
Semnatara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA menyampaikan saat ini berdasarkan data dapodik jumlah guru di Aceh mencapai 25.835 orang.
Sedangkan kompetensi guru terhadap penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pembelajaran sebagian besarnya dinilai masuk dalam kategori standar.
“Hal itu telah dilakukan survey dan penilaian khusus terhadap 8.059 guru sebagai sampel. Kami berharap agar para guru terus berupaya meningkatkan kualitasnya terutama dalam penggunaan IT untuk pembelajaran,” pintanya.
• 39 Negara di PBB Kecam China Terkait Muslim Uighur dan Hong Kong, Tak Ada Nama Indonesia
• Tiga Alumni Politeknik Lhokseumawe yang Menjabat Posisi Top Perusahaan Asing Isi Diskusi Online
• VIDEO Ricuh, Aksi Mahasiswa di Aceh Barat Menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law
Menurutnya, Dinas Pendidikan Aceh dan Dinas Komunikasi, Informatikan dan Persandian Aceh terus berupaya mengatasi persoalan jaringan internet di seluruh Aceh.
Disdik Aceh mencatat masih ada sekitar 71 SMA/SMK dan SLB yang belum memiliki akses jaringan internet.
“Pemerintah Aceh terus berupaya agar jaringan internet di seluruh Aceh dapat berjalan secara optimal. Ini harapan kita bersama agar pembelajaran secara daring dapat berjalan maksimal kedepannya,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/steemmm.jpg)