Jumat, 8 Mei 2026

Kihajar STEM 2020

Aceh Masuk 4 Besar Peserta Terbanyak Kihajar STEM

Kemdikbud RI menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah yang melaksanakan seminar Kihajar TIK Talks secara virtual.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Taufik Hidayat
Humas Disdik Aceh
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA menyampaikan paparan saat ajang Kihajar Stem, Rabu (7/10/2020). 

Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aceh menjadi provinsi ke-4 terbanyak dalam mengirim peserta di ajang Kihajar Stem.

Sehingga Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbud RI menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah yang dilaksanakan seminar Kihajar TIK Talks secara virtual.

Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik pun sudah melaksanakan kegiatan itu, Rabu (7/10/2020), dengan jumlah pesertanya mencapai 3.112 orang dari berbagai kalangan dari seluruh Indonesia.

Plt Kepala Pusdatin Kemendikbud, M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si  mengatakan pihaknya mengapresiasi pelajar Aceh dari jenjang SD, SMP hingga SMA yang telah berkontribusi untuk mendaftarkan diri sebagai peserta lomba Kihajar Stem yang berjumlah 3.588 orang.

Sekaligus menasbihkan diri sebagai daerah keempat terbanyak pesertanya se Indonesia.

“Kihajar STEM merupakan wadah eksplorasi siswa jenjang SD, SMP, SMA dan SMK sederajat melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM),” jelasnya.

Hasan menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud apresiasi terhadap daerah terbanyak berpartisipasi dalam KIHAJAR STEM, sekaligus Optimalisasi Penggunaan Rumah Belajar, TV Edukasi dan Suara Edukasi, maka digelarlah kegiatan Kihajar Tik Talks.

“Tujuan diselenggarakanya Kihajar Tik Talks meningkatkan kemampuan literasi pemanfaatan TIK, kemandirian dalam pengembangan TIK untuk pendidikan dan sebagai sarana sosialisasi dari pemanfaatan konten rumah belajar, tv edukasi dan suara edukasi. Peserta dari kegiatan Kihajar Tik Talks ini adalah tenaga pengajar, tenaga kependidikan, komunitas pendidik maupun orangtua murid,” ungkapnya.

Semnatara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Rachmat Fitri HD, MPA menyampaikan saat ini berdasarkan data dapodik jumlah guru di Aceh mencapai 25.835 orang.

Sedangkan kompetensi guru terhadap penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pembelajaran sebagian besarnya dinilai masuk dalam kategori standar.

“Hal itu telah dilakukan survey dan penilaian khusus terhadap 8.059 guru sebagai sampel. Kami berharap agar para guru terus berupaya meningkatkan kualitasnya terutama dalam penggunaan IT untuk pembelajaran,” pintanya.

39 Negara di PBB Kecam China Terkait Muslim Uighur dan Hong Kong, Tak Ada Nama Indonesia

Tiga Alumni Politeknik Lhokseumawe yang Menjabat Posisi Top Perusahaan Asing Isi Diskusi Online

VIDEO Ricuh, Aksi Mahasiswa di Aceh Barat Menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law

Menurutnya, Dinas Pendidikan Aceh dan  Dinas Komunikasi, Informatikan dan Persandian Aceh terus berupaya mengatasi persoalan jaringan internet di seluruh Aceh.

Disdik Aceh mencatat masih ada sekitar 71 SMA/SMK dan SLB yang belum memiliki akses jaringan internet.

“Pemerintah Aceh terus berupaya agar jaringan internet di seluruh Aceh dapat berjalan secara optimal. Ini harapan kita bersama agar pembelajaran secara daring dapat berjalan maksimal kedepannya,” ujarnya.

Kedepan, kata Kadisdik, agar pembelajaran berjalan secara optimal maka beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu peningkatan kompetensi guru, pemerataan guru, ketersedian sarana pendukung pembelajaran, sumber belajar dan manajemen kepemimpinan di sekolah.

“Dengan adanya desain peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan Aceh melalui optimalisasi proses pembelajaran, maka akan lahir output dan outcome hasil pembelajaran terus meningkat setiap tahunnya,” ungkap Kadisdik Aceh.

Menurut Kadisdik, untuk menghasilkan itu, maka diperlukan sebuah unit layanan pengembang TIK pembelajaran dan layanan data terpusat dan terintegrasi. Sehingga akan menghasilkan data dan statistic sebagai landasan perencanaan untuk pengembangan dan pendayagunaan TIK dalam proses pembelajaran.

Aceh menjadi provinsi keempat dari 8 Provinsi yang ditetapkan panitia menjadi penyelenggaraan KIHAJAR TIK Talks tahun 2020.

Hal ini ditetapkan dengan perhitungan persentase jumlah siswa dari seluruh jenjang Pendidikan yang berada di suatu provinsi, dengan jumlah siswa yang mendaftar di pelaksanaan KIHAJAR STEM pada periode 23 Juli SAMPAI 6 Agustus 2020.

Adapun 8 provinsi tersebut terdiri dari D.I. Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Aceh, Bali, Jambi, Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah.

Pada seminar daring KIHAJAR TIK Talks Aceh, peserta yang mendaftar sebanyak 3.112 peserta yang terdiri dari guru, tenaga Pendidikan, komunitas pendidik dan orangtua dari seluruh wilayah di Indonesia.

Seminar daring Kihajar TIK Talks Aceh bertajuk “TIK Pembelajaran, Menjangkau yang Tidak Terjangkau” menghadirkan narasumber M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si (Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud), Illiza Sa'aduddin Djamal (Komisi X Bidang Pendidikan DPR RI), Gogot Suharwoto, Ph.D (PTP Ahli Utama Kemendikbud),  Drs. Rachmat Fitri, HD, M.PA (Kepala Dinas Pendidikan Aceh), Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag (Ketua Komisi VI Bidang Pendidikan DPR ACEH).

Juga ada Mahmun Zulkifli, S.Pd, M.Si (Widyaiswara Muda PPPPTK Matematika), Raisul Akbar, S.Pd, M.Pd, (SMA Negeri 2 Pulo Aceh), Irayuni Sari, S.Pd (Duta Rumah Belajar Aceh 2019) dengan moderator Dr Azwar Thaib, Tenaga Ahli Disdik Aceh.(*)

Pengamat: Jokowi Dulu Dipilih Buruh, Sekarang Menghindar, KSP: Presiden Tak Lari dari Demonstrasi

Ombak Tinggi, Basarnas Tunda Pencarian Dua Nelayan di Nagan yang Dilapor Hilang di Laut

Berbeda Dengan Kondisinya di Lyon, Benzema Ungkap Cristiano Ronaldo Paksa Dirinya Mengalah di Madrid

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved