Breaking News:

Luar Negeri

Perang Armenia dan Azerbaijan Tak Kunjung Usai, Pemicunya Perbedaan Pandangan Sejarah

Perbedaan pandangan sejarah yang sangat jauh menghalangi pencarian solusi dalam konflik paling sulit yang ditinggalkan oleh runtuhnya Uni Soviet.

Azerbaijans Defense Ministry / YouTube via Russian Today
Dalam potongan video yang dirilis Kementerian Pertahanan Azerbaijan menunjukkan, tentara mereka menembakkan artileri ke wilayah pasukan Armenia di Nagorny Karabakh.(Azerbaijans Defense Ministry / YouTube via Russian Today) 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan sempat bertemu dalam satu platform dalam pertemuan yang jarang terjadi di Konferensi Keamanan Munich, Jerman pada Februari lalu.

Mereka berdua diminta untuk memberikan gambaran sejarah Nagorno-Karabakh.

Itu tidak berakhir dengan baik, seperti yang dikutip dari AFP pada Jumat (9/10/2020).

"Untuk berbicara tentang bagaimana menyelesaikan konflik pertama-tama kita perlu kembali dan melihat masalah sejarah," kata Aliyev, dengan alasan adalah " kebenaran sejarah" bahwa Nagorno-Karabakh adalah bagian dari Azerbaijan.

"Saya akan meminta Presiden Aliyev untuk tidak pergi terlalu jauh ke dalam sejarah," balas Pashinyan, sambil menegaskan bahwa wilayah itu hanya menjadi bagian dari Azerbaijan karena keputusan yang diambil pada tahun-tahun awal Uni Soviet.

Perbedaan pandangan sejarah yang sangat jauh menghalangi pencarian solusi dalam konflik paling sulit yang ditinggalkan oleh runtuhnya Uni Soviet.

Dua pekan setelah pertempuran sengit hari ini di Nagorno-Karabakh sejak perang 1990-an dipicu ketika kawasan itu mendeklarasikan kemerdekaan sepihak.

Para analis mengatakan beban sejarah menjadi kendala Armenia dan Azerbaijan mencapai kesepakatan jangka panjang, dengan pertempuran hanya dihentikan oleh gencatan senjata yang berumur pendek.

Bagi Azerbaijan, Nagorno-Karabakh merupakan bagian integral dari negara Azerbaijan dan diakui oleh PBB.

Ini memiliki catatan pemukiman Muslim berabad-abad oleh Persia dan Seljuk Turki.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved